Universitas Islam Lamongan (UNISLA) Resmi Lantik Rektor dan Wakil Rektor
LAMONGAN, Radar Lamongan - Universitas Islam Lamongan ( Unisla) memiliki nahkoda baru. Melalui surat keputusan yang dikeluarkan Ketua YPPTI Sunan Giri Lamongan dengan No.55/kep/YPTTI.SG/2023, mengangkat Dr. Abdul Ghofur, SE, M.Si sebagai Rektor Unisla periode 2023-2028. Proses pelantikan dilaksanakan di Aula gedung Pasca Sarjana Unisla, Senin (28/8).
Pengangkatan rektor melalui proses yang sangat selektif. Mulai dari calon rektor yang diajukan Senat Akademik Unisla, dilanjut sidang istimewa hingga persetujuan dari ketua YPPTI Sunan Giri Lamongan.
Pada kesempatan tersebut, juga dilantik 3 wakil rektor. Meliputi Wakil Rektor I Bidang Akademik Sistem Informasi dan Keislaman dijabat Dr. Zulkifli Lubis, ST, MT. Sedangkan, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian, dan Keuangan dijabat oleh Dr. Nurul Badriyah, SE, M.Pd, MM, dan Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Publikasi.
Ketua Pembina YPPTI Sunan Giri Lamongan, KH. Mochmammad Machsoem Faqih bertekad menjadikan Unisla sebagai kampus go internasioanal. ‘’Saya ini duduk di PBNU, sungkan (merasa tidak enak hati, Red) kalau hanya target nasional, cita-cita saya bisa membawa Unisla sampai ke kancah internasional,” tutur Gus Machshoem, sapaan akrabnya.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Gus Machshoem berpesan kepada jajaran rektorat yang baru untuk saling bekerjasama demi kemajuan Unisla. Antara rektorat dan pengurus yayasan, pimpinan fakultas, para dosen, serta karyawan yang ada di Unisla harus satu suara.
‘’Kalau semua bersatu, bersama-sama, Insya Allah cita-cita itu akan terwujud dengan mudah,’’ ucapnya.
Ketua YPPTI Sunan Giri Lamongan, Bambang Eko Muljono, SH, M.Hum, MMA mengatakan, pelantikan rektor kali ini berbeda dengan sebelumnya. Dia menjelaskan, pelantikan kali ini dibaiat langsung oleh ketua pembina Gus Machsoem, supaya pejabat yang baru lebih mantap dalam bekerja.
Karena tantangan ke depan bukan hanya melanjutkan dari apa yang sudah dicapai selama ini, tapi Unisla menuju go internasional. Sekarang ini SDM sudah bukan lagi untuk kompetisi tetapi berkolaborasi. Oleh sebab itu, semua pihak dituntut untuk kerjasama internasional.
‘’Saat ini Unisla telah bekerjasama dengan Malaysia dan Inggris. Dan rencananya akan bekerjasama dengan negara timur tengah,’’ terangnya.
Selain itu, dia juga berharap dengan rektor baru ini segera melanjutkan peningkatan akreditasi Unisla. ‘’Sekarang ini sudah 80 persen prodi yang ada di Unisla terakreditasi baik sekali. Tentu saya berharap dengan Rektor yang baru akreditasinya menjadi seratus persen baik sekali,’’ harap mantan Rektor Unisla tersebut.
Rektor Unisla yang baru dilantik, Abdul Ghofur mengucapkan terima kasih kepada pembina, pengawas, serta pengurus YPPTI Sunan Giri Lamongan serta Senat Universitas yang telah memberikan kepercayaan dan amanah ini.
‘’Kami akan terus menguatkan komitmen dan jalinan kebersamaan, dengan seluruh civitas akademika Universitas Islam Lamongan, untuk membangun kampus ini menjadi kampus yang maju, terpercaya, dan berdaya saing,’’ katanya.
Di era revolusi industri 4.0, universitas harus menjadi garda terdepan dalam menyiapkan inovasi dan inovator dalam upaya menuju knowledge-base economy. Ini dilakukan dengan meningkatkan kapasitas riset sebagai fondasi Tri Dharma Pendidikan Tinggi.
‘’Universitas Islam Lamongan harus menjadi research-oriented university,’’ ucapnya. ‘’Dengan cara mendorong ekosistem riset yang fokus pada knowledge-creation dan knowledge-transfer, riset yang hadir sebagai jembatan pembangunan ekonomi sosial, riset yang menerapkan pull-approach, dan menjadikan peneliti Universitaa Islam Lamongan solution-driven yang berusaha menjawab tantangan –tantangan di masyarakat,’’ imbuhnya.
Kabag Umum LLDIKTI VII Jawa Timur, Dr. Ivan Rofian, M.Kp. mengatakan, lembaga pendidikan tinggi merupakan lembaga yang istimewa, karena di lembaga inilah para SDM unggul akan dicetak, yang akan menjadi penopang kemajuan bangsa dan negara. Maka dari itu dalam proses mengelolaan perguruan tinggi harus dengan sungguh sungguh.
‘’Tidak dengan sesuka hati, tapi kesungguhan dan tekad yang kuat dalam memajukan Unisla,’’ ucapnya.
Tidak hanya itu, hal lain yang harus diperhatikan dalam pengelolaan perguruan tinggi adalah kuatnya support system di lingkup internal dan eksternal universitas. Di lingkup eksternal harus bisa menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain, agar Unisla tidak hanya diakui di skala nasional saja, tetapi juga hingga ke internasional.
‘’Begitu juga di lingkungan internal, harus terjalin suasana harmonis antara para pengurus, antara pimpinan dan bawahan, sehingga terbentuk team work atau super team yang hebat,’’ terangnya. (lam)