BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Budidaya buah anggur memang masih asing di wilayah Bojonegoro, tak seterkenal jambu atau blimbing. Namun, cuaca terik di Kota Minyak ini justru dimanfaatkan masyarakat menanam anggur lebih subur.
Seperti yang dilakukan oleh Jajang Rudianto dan teman-temannya. Bermodalkan plastik ultraviolet setebal 200 mikron, mengubah pekarangan rumah jadi kebun anggur.
‘’Cuaca yang panasnya luar biasa seperti ini malah tambah bagus. Justru di musim hujan minimal menggunakan greenhouse,” ungkapnya Jajang.
Ketua Asosiasi Anggur Bojonegoro itu menambahkan, saat ini pegiat budidaya anggur terus meningkat, meski awalnya hanya sekadar hobi. Bahkan sebagian besar hanya memanfaatkan lahan di pekarangan rumah, karena tidak adanya lahan luas.
Namun berangusur-angsur meningkat, dan ada yang sudah memiliki lahan khusus budidaya anggur.
Ari Wibowo, salah petani anggur Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, mengatakan, budidaya anggur berawal dari kegiatan iseng, usahanya menjaga produktivitas saat menganggur.
Namun kini, pekerangan rumahnya sudah dipenuhi belasan jenis anggur. Bahkan, cuaca panas di Bojonegoro memasuki musim kemarau menjadi berkah tersendiri, dan membuat anggur menjadi lebih subur.
‘’Bisa ditanam di pekarangan rumah, semuanya jenis anggur import,” bebernya.
Sementara itu, Achmad Abdianto, warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru bahkan memanfaatkan lahan seluas 2.000 meter persegi untuk budidaya anggur.
Tak hanya menanam, dirinya memanfaatkannya sebagai kebun edukasi khususnya bagi pelajar, masyarakat umum yang mau belajar budidaya anggur. ‘’Outputnya yang diharapkan, pengunjung mendapatkan ilmu dan wawasan baru yang bermanfaat untuk dirinya maupun orang di sekitarnya,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : Eka Fitria Mellinia