BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sorot lampu motor mengiringi 15 pelari menempuh 78 kilometer (Km) secara bergantian kemarin (16/8). Sebanyak 15 pelari tersebut memilih memperingati 78 tahun Kemerdekaan Indonesia dengan berlari dari perbatasan Bojonegoro-Ngawi secara estafet. Jarak yang ditempuh sama dengan usia Kemerdekaan Indonesia.
Lari estafet dimulai pukul 16.33, lalu setiap sekitar 11 Km pelari berganti. Pelari selalu membawa Bendera Merah Putih menembus dinginnya malam. Bahkan sampai di Alun-alun Bojonegoro sebagai titik akhir sekitar pukul 00.40., kemarin (17/8).
Edi Suyanto, salah satu pelari mengatakan sejak start di perbatasan Ngawi - Bojonegoro sampai masuk wilayah Kecamatan Padangan penuh tantangan. Terlebih jalur dilalui memiliki jalan berkelok, tanjakan dan turunan. Sehingga menguras tenaga para pelari.
Edi sendiri merupakan pelari yang memulai start. Selama berlari banyak masyarakat terheran dan bertanya-tanya apa yang dilakukan Anggota Satlantas Polres Bojonegoro tersebut dan 14 pelari lainnya. Terlebih berlari membawa Bendera Merah Putih.
Ketua Indorunners Bojonegoro Ahmad Zaki Febiansyah mengatakan, acara ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap Hari Kemerdekaan. Lari estafet kemarin menjadi yang ke empat kali berturut. Berawal sejak 2020 lalu.
Zaki sapaannya, tahun ini terdapat 15 pelari dari berbagai latar berlakang. Mulai dari guru, karyawan swasta, hingga atlet. Para pelari bergantian secara estafet setiap kurang lebih 11 km.
‘’Start 16.33 (16/8) finish 00.40 (17/8),” ungkap guru PJOK SMPN 1 Kasiman
Menurut Zaki, pergantian pelari dilakukan sekitar tujuh kali. Sehingga terdapat pelari yang berlari berdua atau sendirian. Namun ketika menekati finish berlari bersama-sama menuju Alun-Alun Bojonegoro.
Pria Asal Desa/Kecamatan Padangan tersebut mengaku Indorunners Bojonegoro yangg pertama kali melakukan atau merayakan Kemerdekaan dengan cara lari estafet sejauh jumlah usia HUT RI.
‘’Mulai 75 tahun di 2022 hingga 78 tahun kali ini,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto