Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Asyiknya Mancing di Waduk Pacal Bojonegoro

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 9 Agustus 2023 | 18:30 WIB
WADUK PACAL: Indahnya pemandangan di bantaran Waduk Pacal memanjakan penglihatan. Pemancing asal Nganjuk menikmati keindahan sambil memancing. (AHMAD HAKAM ALGHIVARI/RDR.BJN)
WADUK PACAL: Indahnya pemandangan di bantaran Waduk Pacal memanjakan penglihatan. Pemancing asal Nganjuk menikmati keindahan sambil memancing. (AHMAD HAKAM ALGHIVARI/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Perahu-perahu nelayan berjejer di sisi selatan menemani asyiknya mancing di Waduk Pacal turut Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Semilir angin dengan pohon-pohon di sekitar Waduk Pacal Bojonegoro membuat suasana tenang. Satu dua pemancing terlihat melempar kailnya ke waduk setelah memasang umpan.

Sedangkan, jaring-jaring nelayan terlihat dengan tanda botol sebagai pelampung tanda lokasi perangkap ikan  di Waduk Pacal Bojonegoro.

‘’Memancing dengan menggunakan umpan lumut karena sasarannya adalah ikan nila. Kalau memakai umpan cacing, bisa jadi ikan yang didapat malah gloso atau lainnya,” ujar pemancing asal Nganjuk.

Ikan yang biasa ditangkap oleh para nelayan di Waduk Pacal, di antaranya ikan nila, gloso, wader, hingga udang.

Para nelayan biasanya menjual ikan hasil tangkapan di pondok-pondok pengepul terletak di sisi selatan waduk. Selain itu, juga didistribusikan secara langsung ke warung makan sekitar waduk.

Ngaini selaku pengepul ikan mengatakan, sekitar 100 nelayan di waduk pacal. Tapi, tidak semua nelayan menjual ikan hasil tangkapan di tempatnya. Setiap nelayan terkadang mendapat ikan sekitar 15 hingga 20 ekor per harinya.

Jumlah tersebut tidak pasti karena hasil tangkapan ikan juga dipengaruhi cuaca. ‘’Jika cuaca buruk, angin, dan ombak air besar.

Maka, para nelayan akan libur dan tidak bisa mencari ikan,” ujar perempuan asal Dusun Tretes, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang itu.

Dia menambahkan, sehari terkadang ada 50 hingga 100 ikan yang disetor nelayan kepadanya. Kemudian, ia menjual ikan-ikan tersebut ke Pasar Temayang. ‘’Terkadang ada juga pembeli yang datang langsung ke sini,” imbuhnya.

Para nelayan di waduk pacal mulai berangkat mencari ikan pagi hari, tepatnya setelah subuh saat hari sudah mulai terang.

Sebelum berangkat dengan perahunya, para nelayan ini terlebih dulu memantau kondisi air. Jika tenang, maka akan berangkat berlayar.

‘’Harga ikan beragam, sesuai dengan ukuran. Untuk ikan ukuran sedang sekitar Rp 2.500, sedangkan untuk ukuran besar sekitar Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per ekor,” bebernya. (ewi/bgs)

WADUK PACAL: Indahnya pemandangan di bantaran Waduk Pacal memanjakan penglihatan. Pemancing asal Nganjuk menikmati keindahan sambil memancing. (AHMAD HAKAM ALGHIVARI/RDR.BJN)
WADUK PACAL: Indahnya pemandangan di bantaran Waduk Pacal memanjakan penglihatan. Pemancing asal Nganjuk menikmati keindahan sambil memancing. (AHMAD HAKAM ALGHIVARI/RDR.BJN)
Editor : M. Yusuf Purwanto
#perahu #ikan #memancing #nelayan #Waduk Pacal