BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Warga Kelurahan Jetak, Bojonegoro, masih menunggu kepastian perbaikan tebing Bengawan Solo yang mengancam 15 rumah. Penanganan diharapakan segera sebelum datangnya musim hujan.
Imam ketua RW 1 Kelurahan Jetak berharap penanganan dipercepat, sebelum memasuki musim hujan. Dikhawatirkan longsor merembet saat hujan, karena kerap terjadi dari satu rumah ke rumah. Terlebih kawasan Jetak berada di samping jalan provinsi.
‘’Korban longsor dari RT 2 dan 1 sudah ada yang pindah. Selain itu menimbulkan kemisikinan baru,” ujarnya di sela sosialisasi di Kelurahan Jetak kemarin (1/8).
Arian, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyampaikan, bersedia menyediakan 200 steel sheet pile (SSP). Konstruksi bertujuan menahan tanah dengan meninggikan lereng. Namun masih terkendala proses penancapan, karena dalam dana darurat BBWS tidak ada anggaran penancapan SSP.
Dimas perwakilan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Heri Widodo mengatakan, penanganan masih terkendala alat berat, karena hanya memiliki ekskavaktor beban 20 ton dan 10 ton. Namun ia tetap membantu perencanaan, biasanya memakan waktu hingga empat bulan.
Kepala BPBD Ardhian Orianto mengatakan, penanganan seharusnya didahulukan titik longsor paling rawan atau kondisi darurat. Berdasar data, sepanjang 120 meter, akan ditangani 50 meter.
Camat Bojonegoro Mochlisin Andi Irawan berharap perencanaan pembangunan matang. Terlebih penanganan bersumber dana APBN yang tidak sedikit. Selain di Jetak, juga terdapat lima rumah di Kelurahan Ledok Kulon juga terancam. (dan/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto