BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pohon tabebuya kembali mekar, menghiasi jalan di kawasan perkotaan Bojonegoro dalam Minggu ini. Bunga dari pohon tersebut mekar dua kali setahun, mulai awal dan puncak kemarau. Keindahan jalanan kota Bojonegoro tampak berwarna
Dosen Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro Laily Agustina mengatakan, tanaman ini bisa tumbuh dengan cepat dan beradaptasi, karena awalnya banyak ditemukan di hutan tropis Brasil. Menurutnya, tujuan ditanam atas lebih karena fungsi keindahan dibanding fungsi ekologis, dan jenis tanaman ini termasuk keindahan karena bunganya yang cantik. Biasanya mekar dua kali dalam setahun, di musim kemarau,” jelasnya.
Menurut dia, sebenarnya ada jenis bunga endemik (asli Indonesia) bunganya juga tidak kalah cantik. Memiliki kemampuan karbon bagus, biasanya punya daun banyak dan rimbun. Misalnya pohon bungur, randu alas, dan dadap wangi," bebernya.
Berdasarkan data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro, total 3.473 pohon tabebuya dan pule ditanam. Dimulai 2021 yaitu 444 pohon, 2022 sebanyak 2.442 pohon. Dan, tahun ini menenam 587 pohon.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, hampir semua pohon tabebuya sudah mulai berbunga, biasanya bunga mulai maksimal pada tahun ketiganya. Menurutnya, bunga dari pohon akan gugur beberapa hari setelah berbunga. Bunga biasanya gugur kemudian berbunga kembali," ujarnya. (dan/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto