BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kondisi Terminal Temayang semakin sepi, jarang terlihat lalu lalang penumpang. Juga, jarang disambangi bus dan mobil penumpang umum (MPU). Hanya dua hingga tiga bus dan satu MPU beroperasi. Toko-toko di terminal pun banyak yang tutup.
''Jam operasional tidak pasti. Tapi, bus terakhir masuk ke Terminal Temayang pukul 14.00,'' tutur Operator Terminal Temayang Dinas Perhubungan Jawa Timur Paiman.
Dia mengatakan, sebelum ada pandemi Covid-19 ada sekitar 12 bus beroperasi di Terminal Temayang. Dengan 14 penumpang setiap busnya. Sekarang tinggal dua hingga tiga bus beroperasi setiap harinya, dengan rerata 10 penumpang. MPU rerata ada 6 hingga 7 penumpang. ''Penumpang rerata pedagang dari Bojonegoro ke Pasar Temayang,'' ujarnya.
Menurut Paiman, kondisi sepinya Terminal Temayang dipengaruhi sekolah-sekolah saat ini menyediakan angkutan sendiri untuk para siswanya. Juga, rerata masyarakat memiliki kendaraan pribadi.
Khoyrul salah satu warga sekitar mengatakan, Terminal Temayang sepi sejak pandemi bus rute Bojonegoro-Nganjuk tidak beroperasi. Saat ini bus beroperasi kembali, namun minim dan jadwal tidak pasti membuat penumpang memilih kendaraan pribadi.
Menurut dia, toko-toko di Terminal Temayang adalah warga sekitar. Itupun ramainya ketika malam. (ewi/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto