BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Selain rencana flyover Jetak, sebelumnya juga santer pembangunan flyover Proliman. Warga Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, sebagai lokasi pembangunan sudah sering mendengar rencana itu. Terlebih telah pengambilan sampel tanah untuk tes kepadatan tanah lokasi.
Kepala Desa (Kades) Kedaton belum bisa memberi tanggapan karena menilai pembangunan flyover Proliman belum pasti. ‘’Karena belum ada pemberitahuan dari pemerintah kabupaten (pemkab),” kata Kades Kedaton Suntiyono kemarin (13/7).
Menurut dia, telah mendengar informasi pembangunan flyover sejak 2022. ‘’Sekitar tiga bulan lalu ada yang ke sini (Desa Kedatan) ambil sampel tanah dan minta tanda tangan semacam perjalanan dinas,” jelasnya. Dilakukan rekanan asal Surabaya. Lokasi pengambilan sampel tanah di RT 3 berjarak sekitar 50 meter dari jalan penyeberangan Proliman.
Menurutnya, adanya flyover dapat mengurangi kemacetan area penyeberangan dan mengantisipasi kecelakaan sekitar rel kereta api. ‘’Kalau tahun-tahun berikutnya akan ada kereta api cepat kan berbahaya,” katanya.
Berdasar LPSE, pembangunan flyover Proliman tahap lelang penyusunan dokumen lingkungan diikuti 18 peserta atau kontraktor. Pagunya Rp 350 juta.
Yunus warga RT 3 membenarkan telah diadakan pengambilan sampel tanah rencana flyover Proliman. ‘’Kemarin dibor mengambil sampel tanahnya,” jelasnya. Sementara, Kasi Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro Arik Nur Cahyo belum menjawab ketika dikonfirmasi proses rencana pembangunan flyover Proliman. (yna/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto