BLORA, Radar Bojonegoro – Perbaikan gedung perpustakaan daerah mulai dilakukan. Pemkab menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp 363 juta untuk memperbaiki lantai dan atap yang bocor. Selain itu, dinas perpustakaan dan kearsipan (DPK) juga merencanakan penambahan koleksi buku.
Kepala DPK Blora Nur Hidayat mengatakan, gedung perpustakaan saat ini butuh perbaikan. Ada beberapa bagian yang mengalami kerusakan. Yakni, plafon lantai empat bocor, lantai dekat lift ambrol, dan sebagian banguan bagian luar yang rusak.
‘’Kalau hujan air merembes di lantai empat. Memang butuh diperbaiki,’’jelasnya.
Data layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) menyebutkan bahwa anggaran rehabilitasi gedung perpustakaan daerah sebesar Rp 363 juta. Pemilihan rekanan dilakukan secara lelang. Pemenangnya adalah CV Griya Putra Laksana dengan harga penawaran sebesar Rp 352 juta.
Nur menjelaskan, anggaran bersumber dari APBD. Pengerjaan dilakukan rekanan yang ditentukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora.
‘’Yang menghandel langsung dari DPUPR karena anggarannya berada di sana," katanya.
Pata pekerja mulai bongkar lantai satu kemarin (12/7). Sedangkan di lantai empat tampak sisa-sisa air rembesan di plafon.
Nur Hidayat memastikan proses pembangunan tidak mengganggu aktifitas pengunjung perpustakaan setiap harinya.
‘’Aktifitas di perpustakaan tetap seperti biasa. Tidak ada perubahan,’’ jelasnya.
Nur menambahkan, bangunan tersebut berdiri pada 2019. Dananya berasal dari bantuan pemerintah pusat. Selama tiga tahun lebih, beberapa bangunan butuh perbaikan.
Ia berharap, pembangunan bisa berjalan dengan baik dan selesai sesuai jadwal.
Terkait penambahan buku, tahun ini pihaknya masih berupaya agar bisa dianggarkan di APBD perubahan.
‘’Kemungkinan ada, masih kami upayakan di perubahan,’’ katanya. (luk/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto