BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak 24 titik drainase jalan protokol dilakukan pemeliharaan. Sedimen di setiap titik drainase dibersihkan mulai akhir Juni lalu.
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro tampak beberapa pekerja membuka tutup-tutup drainase. Pekerja mengeruk sampah dan sedimen yang menebalkan dasar drainase. Material-material sedimen dimasukkan ke dalam sak-sak.
Berdasar data dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, diketahui ada sembilan paket non-tender operasi dan sistem drainase jalan protokol. Total pagunya senilai Rp 1 miliar.
Drainase yang dibersihkan sedimennya terdiri atas Jalan Trunojoyo, Jalan Mastumapel, Jalan Pasar, Jalan KH Mansyur, Jalan Mastrip, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Hasyim Asyari, Jalan Pattimura, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Rajekwesi, Jalan Panglima Polim, Jalan dr. Sutomo, Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, Jaksa Agung, Jalan Sawunggaling, Jalan Imam Bonjol, Jalan Rajawali, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, Jalan Untung Suropati, Jalan dr. Wahidin, Jalan Teuku Umar, dan WR Supratman.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Satito Hadi membenarkan, bahwa upaya pemeliharaan sistem drainase dimulai akhir Juni lalu. Yakni, pembersihan sediman atau endapan pasir di dalam saluran drainase. Agar air bisa mengalir lancar menuju kali afvoer, sehingga tidak terjadi genangan ketika sudah memasuki musim hujan.
Tiap tahun ada pemliharaan saluran drainase, agar musim hujan air bisa mengalir lancar dan harapannya tidak terjadi genangan,” tuturnya. (bgs/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto