Puisi: Oleh Suharsono

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi kemerdekaan (PINTEREST/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi kemerdekaan (PINTEREST/RADAR BOJONEGORO)

 Oleh: Suharsono


Menalar Belenggu Diri

/1/

akankah rantai tawa terlepas

saat jiwa tersandera cemas

bebas melangkah tanpa batas

namun nurani kian merangas

 

/2/

untuk apa megah panji

bila janji sekadar diksi

kebebasan yang kita cari

terjebak sengsara dalam sunyi

 

/3/

Merdeka bukan sekadar kata

tetapi fajar penentu arah

menghapus jelaga air mata

menuntun asa meraih cita.

Bumi Utara, 07.08.2026


Baca Juga: Puisi: Karya Malik Ibnu Zaman

Di Bawah Naungan Kibar

kibar merah berpadu putih

menyahut angin Utara tanpa letih

 

apakah gemuruh suara jernih

mampu mengobati luka pedih?

 

untuk apa tanah terbentang

jika keadilan makin remang

 

rakyat kecil terus berjuang

di antara bayang-bayang perang

 

Merdeka menetaskan benih suci

menyemai benih kebenaran sejati

 

merawat keimanan dalam hati

menjawab panggil tugas pertiwi.

Bumi Utara, 07.08.2026


 Baca Juga: Puisi: Karya Ahmad Zaini

Pertanyaan Sang Waktu

 

(1)

waktu bertanya pada sejarah

tentang jerit jejak darah!

apakah tumpah seribu nyawa

hanya melahirkan deret hampa?

 

(2)

untuk apa jembatan emas

jika nurani kian terkikis

keheningan malam makin tuntas

menyisakan tangis kaum tertindas

 

(3)

Merdeka adalah lentera jiwa

menembus gelap jurang duka

membebaskan budak kemiskinan harta

menyingkap tabir kebenaran rasa

Bumi Utara, 07.08.2026


Hakikat Kebebasan

langkah terayun di persimpangan

mencari jejak kebenaran zaman

apakah sorak kemenangan silam

          kini terkubur sunyi kelam!

 

untuk apa mahkota bebas

bila akal tetap terpasas

memuja bayang-bayang semu

        melupakan hakikat makna ilmu!

 

Merdeka menyapa jiwa dahaga

membuka gerbang ruang doa

menyatukan rasa dalam dada

        menjaga harkat manusia mulia!

Bumi Utara, 07.08.2026


Baca Juga: PUISI: Oleh Susanto Guru SMP Negeri 1 Baureno.

Fajar Kemerdekaan

fajar menyingsing di ufuk

membangunkan jiwa yang remuk

apakah kibar sang saka

 

sudah menghapus duka lama?

 

untuk apa bumi merdeka

jika pekerti ikut sirna

 

“kejujuran terbuang tanpa guna

keadilan runtuh di tangan penguasa”

 

Merdeka panggilan tulus hati,

menjaga amanah para pemuda,

menuju ridho Sang Pencipta,

membangun negeri penuh cinta

Bumi Utara, 07.08.2026

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
merdeka sejarah rakyat kecil kemerdekaan