Oleh: Suharsono
Menalar Belenggu Diri
/1/
akankah rantai tawa terlepas
saat jiwa tersandera cemas
bebas melangkah tanpa batas
namun nurani kian merangas
/2/
untuk apa megah panji
bila janji sekadar diksi
kebebasan yang kita cari
terjebak sengsara dalam sunyi
/3/
Merdeka bukan sekadar kata
tetapi fajar penentu arah
menghapus jelaga air mata
menuntun asa meraih cita.
Bumi Utara, 07.08.2026
Baca Juga: Puisi: Karya Malik Ibnu Zaman
Di Bawah Naungan Kibar
kibar merah berpadu putih
menyahut angin Utara tanpa letih
apakah gemuruh suara jernih
mampu mengobati luka pedih?
untuk apa tanah terbentang
jika keadilan makin remang
rakyat kecil terus berjuang
di antara bayang-bayang perang
Merdeka menetaskan benih suci
menyemai benih kebenaran sejati
merawat keimanan dalam hati
menjawab panggil tugas pertiwi.
Bumi Utara, 07.08.2026
Baca Juga: Puisi: Karya Ahmad Zaini
Pertanyaan Sang Waktu
(1)
waktu bertanya pada sejarah
tentang jerit jejak darah!
apakah tumpah seribu nyawa
hanya melahirkan deret hampa?
(2)
untuk apa jembatan emas
jika nurani kian terkikis
keheningan malam makin tuntas
menyisakan tangis kaum tertindas
(3)
Merdeka adalah lentera jiwa
menembus gelap jurang duka
membebaskan budak kemiskinan harta
menyingkap tabir kebenaran rasa
Bumi Utara, 07.08.2026
Hakikat Kebebasan
langkah terayun di persimpangan
mencari jejak kebenaran zaman
apakah sorak kemenangan silam
kini terkubur sunyi kelam!
untuk apa mahkota bebas
bila akal tetap terpasas
memuja bayang-bayang semu
melupakan hakikat makna ilmu!
Merdeka menyapa jiwa dahaga
membuka gerbang ruang doa
menyatukan rasa dalam dada
menjaga harkat manusia mulia!
Bumi Utara, 07.08.2026
Baca Juga: PUISI: Oleh Susanto Guru SMP Negeri 1 Baureno.
Fajar Kemerdekaan
fajar menyingsing di ufuk
membangunkan jiwa yang remuk
apakah kibar sang saka
sudah menghapus duka lama?
untuk apa bumi merdeka
jika pekerti ikut sirna
“kejujuran terbuang tanpa guna
keadilan runtuh di tangan penguasa”
Merdeka panggilan tulus hati,
menjaga amanah para pemuda,
menuju ridho Sang Pencipta,
membangun negeri penuh cinta
Bumi Utara, 07.08.2026
Editor : Farhan Reza Ardiansyah