Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ruawatan Massal di Blora, Peserta dari Jepang hingga Merauke

Rahul Oscarra Duta • Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54 WIB
TRADISI: Ruwatan masal blora, Peserta dari Jepang hingga Merauke (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
TRADISI: Ruwatan masal blora, Peserta dari Jepang hingga Merauke (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM  - Ruwatan Massal 2026 di Blora kian menunjukkan daya tariknya. Tak lagi sekadar menjadi tradisi masyarakat lokal, ritual adat yang digelar di Stadium Budaya Tirtonadi, Sabtu malam (11/7), itu berhasil menarik peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Tahun ini, panitia mencatat peserta yang mendaftar berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Pekalongan, hingga Merauke, Papua. Bahkan, seorang peserta juga tercatat berasal dari Chiba, Jepang.

Baca Juga: Dua Warga Jerman Sambangi Soesilo Toer, Napak Tilas Penggalangan Dana Masa Lalu

Bupati Blora Arief Rohman mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat terhadap pelestarian budaya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, ruwatan massal menjadi bukti bahwa tradisi leluhur tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, kegiatan tersebut juga menjadi ikhtiar bersama memanjatkan doa agar Kabupaten Blora senantiasa diberi keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan.

Baca Juga: Dokter ASN Bojonegoro Asal Blora Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan KDRT Psikis dan Order Prostitusi via MiChat

"Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Ruwatan Massal 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk nguri-uri budaya sekaligus doa bersama agar Blora terhindar dari musibah, diberi kelancaran, kemakmuran, serta menjadi kabupaten yang maju dan berkah," ujarnya.

Arief menegaskan, pelestarian budaya tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni. Pemerintah dan masyarakat harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus arus globalisasi. (hul/zim)

Editor : Hakam Alghivari
#ruwatan masal #Budaya #Bupati Blora Arief Rohman #blora #Tradisi