Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kumpulan Bahasa Unik di Bojonegoro, Dialek Khas yang Menjadi Identitas Masyarakat

Andhika Feriawan • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:47 WIB
Dialek yang sering disebut Jonegoroan menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat dan masih digunakan dalam percakapan sehari-hari. (AI/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Dialek yang sering disebut Jonegoroan menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat dan masih digunakan dalam percakapan sehari-hari. (AI/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, tetapi juga memiliki dialek bahasa Jawa yang unik. Dialek yang sering disebut Jonegoroan ini menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat dan masih digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Letak geografis Bojonegoro yang berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah membuat dialek masyarakatnya memiliki ciri khas tersendiri. Pengucapan sejumlah kata terdengar berbeda dibandingkan bahasa Jawa yang digunakan di daerah lain, meski maknanya tetap sama. Para peneliti menyebut dialek Bojonegaran memiliki variasi leksikal yang khas sebagai hasil perkembangan bahasa di wilayah perbatasan.

Berikut beberapa bahasa dan ungkapan khas Bojonegoro yang masih sering terdengar di tengah masyarakat.

1. Genyo

Kata genyo digunakan untuk menanyakan alasan atau penyebab suatu hal. Dalam bahasa Indonesia memiliki arti "kenapa" atau "mengapa".

Contoh:

Baca Juga: Pasar Kota Bojonegoro Mulai Dibangun, DPRD Ingatkan Soal Kualitas dan Deadline

2. Gablek

Kata gablek berarti punya atau memiliki.

Contoh:

3. Njungok

Dalam dialek Bojonegoro, njungok berarti duduk.

Contoh:

4. Jengker

Istilah jengker digunakan untuk menyebut kegiatan berbicara atau mengobrol.

Contoh:

5. Nayoh

Kata nayoh memiliki arti enak, bagus, atau dalam konteks tertentu mudah, tergantung kalimat yang digunakan.

Contoh:

Ciri Khas Pengucapan Dialek Bojonegoro

Selain memiliki kosakata unik, dialek Bojonegaran juga dikenal karena perubahan bunyi pada beberapa kata. Misalnya:

Baca Juga: Sembilan Desa di Bojonegoro Langganan Kekeringan: Tersebar di Enam Kecamatan

Tak hanya itu, akhiran -mu dalam bahasa Jawa juga sering berubah menjadi -em.

Contohnya:

Perubahan pengucapan inilah yang membuat dialek Bojonegoro mudah dikenali oleh masyarakat dari daerah lain.

Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama berbagai komunitas budaya terus berupaya melestarikan dialek Bojonegaran melalui berbagai kegiatan, salah satunya lomba bertutur menggunakan dialek lokal. Upaya tersebut bertujuan menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Jenogoroan #Genyo #Njungok #Bahasa unik Bojonegoro #bahasa jawa