RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dua warga kebangsaan Jerman menyambangi Blora, dengan menemui langsung Soesilo Toer. Mereka yakni pasangan suami istri, Joann Liewald dan Claudia Liewald. Mereka mengakui memiliki kedekatan emosional dengan keluarga Pramoedya Ananta Toer (kakak Soesilo Toer).
Joann Liewald dan Claudia Liewald menginjakkan kaki di Blora sejak Sabtu malam (31/5). Kemudian kemarin (1/6) sekitar pukul 08.30, keduanya menyambangi rumah yang ditempati Soesilo Toer.
Di rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer itu dua bule tersebut bersua keluarga Soesilo Toer. Joann Liewald dan Claudia Liewald menyapa Soesilo Toer yang terbaring di kursi dengan ucapan “Selamat Pagi”. Satu dari sedikit kosakata bahasa Indonesia yang mereka ketahui.
Soesilo Toer yang makin rapuh dimakan usia, mengalami kendala pendengaran, sehingga Joann Liewald mengucapkan ulang sembari mendekatkan mulut ke telinga Soesilo Toer. Joann Liewald menjelaskan, kedatangannya ke Blora bertujuan menjenguk Soesilo Toer lantaran ada ikatan emosional. ‘’I want to visit Soes (saya ingin mengunjungi Soes, red),’’ katanya.
Baca Juga: Peringatan Seabad Pramoedya Ananta Toer: Anak Pram Berharap Blora Menjadi Daerah Percontohan Budaya
Ia menjelaskan, ibu Joann, Margit Liewald, turut peduli dengan Pramoedya Ananta Toer saat dibelenggu di Pulau Buru. Saat itu Margit membantu penggalangan dana di Jerman atas nama Amnesty International. Lalu diberikan kepada keluarga Pramoedya Ananta Toer
Pemberian kepada pihak keluarga Pramoedya Ananta Toer itu atas saran Soesilo Toer. Sebab bila uang diberikan kepada Pramoedya Ananta Toer yang berada di Pulau Buru, maka diperkirakan tidak akan sampai.
Dari kepedulian dan masa lalu yang sempat terhubung itulah, Joann merasa perlu dan penting untuk menjenguk Soesilo Toer secara langsung. ‘’Saya senang bisa bertemu,’’ imbuhnya.
Ia dan istrinya di Blora selama beberapa hari ke depan. Meski tak menyusun agenda, ia tak segan mencoba destinasi wisata yang ada di Blora. Diantaranya ke Heritage Trainz Loco Tour Cepu sampai Goa Terawang. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana