RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masyarakat Samin kembali menggelar Samin Festival #9 tahun ini. Menjadi momentum uri-uri budaya lokal dan mengenalkan kearifan pada anak-anak dan kaum muda. Samin Festival #9 ini mengusung tema: Obor Sewu yang diselenggarakan pada 4 sampai 5 Juli.
Acara bertajuk Pangklingo Wonge, Ojo Pangkling Swarane ini digelar di Balai Budaya Masyarakat Samin Desa/Kecamatan Magomulyo. Dikemas dengan rangkaian acara pada 4-5 Juli. Hari pertama dilakukan Gumbregan Samin pukul 06.00; Umbul Dunga pukul 19.00; dan dilanjutkan Pentas Seni Karawitan pukul 20.00.
Kemudian, puncak acara di hari kedua dilakukan Ngangsu Kawruh dan Pamedharan Batik Obor Sewu pukul 10.00 serta Pagelaran Wayang pukul 19.30. Di sela Pamedharan Batik, juga dilakukan penyerahan Disertasi Pitutur Luhur: Transformasi dan Ekspresinya dalam Batik Samin Surosentiko Bojonegoro.
Dilanjutkan forum grup discussion (FGD): craft core integrasi eco-design pada produk kriya berbasis eksplorasi material tanaman lokal sebagai pitutur luhur Samin Surosentiko di Bojonegoro.
Generasi Kelima Ajaran Samin Surosentiko di Bojonegoro, Bambang Sutrisno menuturkan, kegiatan festival digelar di Jumat Pahing dan Sabtu Pon. Pasalnya sebagai peringatan hari wafatnya Generasi Keempat Ajaran Samin Surosentiko di Bojonegoro, Harjo Kardi.
Bambang, sapaan akrabnya menambahkan, untuk festival kali ini cukup berbeda dari sebelumnya. Menyiapkan suvenir berupa udeng atau syal untuk peserta hadir di acara Ngangsu Kawruh.
"Peserta yang hadir di acara Ngangsu Kawruh kami siapkan suvenir udeng atau syal," ucapnya. (yna/cho)
Editor : M. Nurcholis