Ibadah haji segera tiba. Akhir Mei ini jemaah haji asal Bojonegoro rencana akan bertolak ke Makkah. Tentu, ada hal-hal perlu dipersiapkan.
YANA DWI KURNIYA WATI, Radar Bojonegoro
LAYAR proyektor menyala terang dipasang di ruang tamu. Siti Umi Rohmatin bergegas membuka slide satu per satu kemarin siang (16/5). Duduk santai bergegas menjelaskan persiapan teknis bagi jemaah haji sebelum berangkat ke Makkah.
Kali pertama, beribadah haji menjadi fokus ketika niat sudah lurus. Meninggalkan ambisi duniawi, semata-mata ibadah haji mencari rida Allah SWT. ‘’Riya (sombong atau pamer) menjadi tantangan besar bagi jemaah sebelum, saat, dan sesudah ibadah,’’ ujarnya dengan santun.
Karenanya, menurut Atin, sapaan akrabnya, apabila ada niat berkaitan dunia, haruslah segera buang. Misalnya, karena berburu sebutan haji untuk memenangkan pemilihan kepala daerah (pilkada) atau untuk mendapat tender.
Haji merupakan panggilan dari Allah tidak memandang usia baik muda hingga tua. Dalam ibadah haji ada yang diterima maupun tidak. Syarat agar diterima yakni ikhlas beribadah mencari rida-Nya dan sesuai sunnatullah. ‘’Makkah dan Madinah itu surga dunia. Apabila ada keluhan di dalam hati, rupakan dengan doa-doa,’’ ujarnya.
Apabila beribadah haruslah berdasar dalil tidak asal anut grubyuk atau asal ikut. Banyak menganggap remeh hal ini, padahal perlu dipersiapkan saat ibadah. Karena itu, menurut Atin, jemaah haji perlu manasik, mempersiapkan mental dan spiritual, dan memperkaya ilmu pengetahuan.
Manasik belajar tentang ilmu Baitullah ketika di tanah air. Sehingga ketika di Baitullah tinggal praktik. ‘’Manasik bekal ilmu penting beribadah haji,’’ tutur perempuan pemilik travel umrah tersebut.
Sebelum berangkat haji, jemaah harus ikhlas, sabar, membuat wasiat, membiasan tolong-menolong, hingga menyiapkan uang yang halal. Ikhlas sendiri hal mudah diucapkan, tapi sulit direalisasikan. Apabila masih ada keinginan duniawi, segera dibuang.
Sabar perlu dilatih sebelum berangkat. Seperti sabar menerima musibah dihadapi. Sabar juga dilatih ketika antre di bandara selama empat jam. Ketika melafalkan niat waktunya fokus beribadah meninggalkan urusan dunia.
Ketika hendak berangkat ke Baitullah, jemaah haji perlu membuat wasiat ditulis di secarik kertas. Agar tidak ada beban saat beribadah. Misalnya, wasiat tentang jumlah rumah atau tanah dengan lokasinya serta apabila memiliki utang.
Atin menuturkan, sebelum beraangkat, jemaah haji harus taubat nasuha. Segera wudu ketika azan berkumandang. Bergegas membaca Alquran. Menyelesaikan hubungan dengan manusia seperti urusan utang-piutang. Bila belum bisa membayar dapat melakukan ikrar untuk melunasi usai pulang dari Baitullah. (*/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto