Slamet Supriyandi, pria asli Desa/Kecamatan Bubulan torehkan prestasinya di Korea Selatan. Sedang tempuh studi S-2 sustainable development, forest and environment policy.
BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro
PRESTASI datang dari pria lahir 38 tahun lalu di kawasan desa hutan. Yakni, Desa/Kecamatan Bubulan. Pria itu bernama Slamet Supriyadi, kini sedang menempuh studi S-2 jurusan sustainable development, forest and environment policy di Park Chung Hee School of Policy and Saemaul (PSPS), Yeungnam University.
Jawa Pos Radar Bojonegoro berkomunikasi dengan bapak tiga anak itu melalui sambungan telepon WhatsApp pada Senin (31/10). Saat itu, Slamet sedang break kuliah.
Ia menyampaikan, studi S-2 itu merupakan tugas belajar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK). “Karena saya memang PNS di Dirjen BP2SDM Kemen LHK,” tutur Slamet.
Slamet menerangkan, alasan ambil S-2 di Korsel tentu untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitasnya. Mengingat latar belakang pendidikan S-1 tidak ada hubungannya dengan lingkungan hidup.
“Saya lulusan S-1 jurusan pendidikan matematika Universitas Negeri Surabaya (Unesa),” tambahnya.
Keseriusannya studi S-2 begitu bulat. Tak sekadar kuliah, tapi juga mampu sabet prestasi di PSPS Yeungnam University. Slamet berhasil meraih juara satu kompetisi pidato Bahasa Korea bertajuk ‘Saemaul Spirit Korean Speech Contest and Global Saemauler Festival’ pada kelas Internasional.
“Kompetisi dengan hadiah beasiswa Ph.D dari rektor Yeungnam University itu diikuti oleh mahasiswa dari tiga benua,” beber alumni siswa SMAN 2 Bojonegoro itu.
Total peserta 42 orang pada tahapan draf, kemudian dikurasi menjadi 11 peserta. Setelah itu, hasil akhirnya dipilih empat terbaik untuk mendapatkan beasiswa tersebut. “Mahasiswa Internasional dari benua Asia, Afrika, dan Amerika latin. Di antaranya Indonesia, Myanmar, Siera Leone, Nigeria, Malawi, Kosta Rica, dan negara lainnya,” ungkapnya.
Slamet juga didapuk jadi presiden sustainable development 2022-2023 di PSPS, Yeungnam University. Selain itu, mendapatkan nilai sempurna skala 100 dalam program bahasa Korea level basic di kelas Bahasa Yeungnam University 2022. Tugas belajar magisternya mulai Maret 2022 hingga Agustus 2023, namun kemungkinan akan memperpanjang masa belajar hingga doktoral atau S-3.
Perlu diketahui, Slamet berlatar belakang keluarga sederhana. Namun, kemauannya belajar memang tinggi. Sehingga sejak SD hingga SMA langganan jadi juara kelas. Bahkan, ketika mau ambil studi S-1, Slamet nekat mendaftar ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Tak disangka pria yang suka makan belalang goreng itu diterima.
“Namun, apa mau dikata. Biaya kuliah kedokteran begitu tinggi, akhirnya batalkan niat jadi seorang dokter. Akhirnya kuliah di Unesa jurusan pendidikan matematika,” ungkapnya.
Sementara itu, adaptasi di Negeri Gingseng, Slamet merasa tidak terlalu sulit. “Tapi ketika awal tiba di Korsel, cuaca masih dingin, jadi perlu adaptasi sedikit. Kemudian kalau soal makanan tidak jauh beda dengan makanan Jawa Barat, cukup hambar,” pungkasnya. (*/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto