Semakin sore, pengunjung kian berdatangan. Sebagian besar pengunjung muda-mudi. Ada yang datang berkelompok. Kini, bermunculan tren kafe atau warung kopi berlatar persawahan. Selain di Jalan Mangga, terdapat pula di Jalan Ngampel dan Jalan Sukowati.
Konsep kafenya berbeda. Tempat terbuka dengan lampu jingga menambah suasana sahdu. Hamparan sawah berpadu langit sore menambah pengunjung betah. Angin semilir yang menjadi kaki sulit beranjak.
Muhammad Dai salah satu pengunjung mengatakan, ngopi di sini nyaman, suasana sahdu. Terlebih sore melihat matahari terbenam berpadu pemandangan sawah. Terlebih jauh dari riuh perkotaan. Tentu tidak bising kendaraan melintas. “Sering ke sini,” ujar pria asal Desa Sambiroto, kecamatan Kapas tersebut
Menurut Dai waktu tepat datang ke warung berlatar sawah ketika akhir pekan. Sore sepulang bekerja. “Pulang kerja cepak, butuh mengistirahatkan pikiran,” tutur dosen Unugiri tersebut.
“Ini habis olahraga, ke sini untuk istirahat sebelum pulang ke rumah,” lanjut Dai.
Dia mengatakan, kopi pahit menjadi teman tepat menikmati sore. Tentu ditambah beberapa camilan menjadi semakin nikmat ketika berada di tepi sawah. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto