Ilmu tersebut tidak bileh diajarkan ke siapapun. Jika melanggar akan di laknat. Karena merasa kangen, keduanya saling berkasih mesra. Ditempat tersebut juga terdapat dua cicak saling mesra. Karena Prabu Angling Dharma mengerti bahasa hewan, dia tersenyum hingga pelukannya ke permaisuri terlepas. Dewi Setyowati pun marah. Lalu Prabu Angling Dharma menjelaskan tetapi tidak dihiraukan. Kemudian, Dewi Setyowati meminta syarat yaitu diajarkan tentang ilmu Aji Geneng.
Tetapi, Prabu Angling Dharma menolak syarat tersebut. Merasa tidak dituruti permintaannya, Dewi Setyowati memutuskan untuk “mati obong” atau membakar diri. (*)