Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Popularitas Bupati Lindra di Jejaring Sosial Media Instagram

Bachtiar Febrianto • Senin, 11 Oktober 2021 | 18:06 WIB
Popularitas Bupati Lindra di Jejaring Sosial Media Instagram
Popularitas Bupati Lindra di Jejaring Sosial Media Instagram

Radar Tuban – Belakangan ini, jejaring sosial Instagram tidak hanya dipakai kalangan artis dan selebritas untuk berinteraksi dengan penggemarnya. Sejumlah kepala daerah juga mulai memakai Instagram sebagai alat komunikasi dua arah dengan warganya.


Salah satunya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridky. Jumlah followers Bupati Lindra memang belum sampai jutaan. Namun, jika dibanding Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Bupati Lindra jauh lebih populer.


Berdasar penelusuran yang dilakukan Jawa Pos Radar Tuban per hari kemarin (10/10) hingga pukul 18.00, jumlah pengikut Bupati Lindra di akun Instagramnya @adityahalindra sudah mencapai 83,8 ribu. Sedangkan followers Bupati Bojonegoro @annamuawanah baru sekitar 42,3 ribu dan Bupati Lamongan @yuhronur_ yes sekitar 25 ribu.


Dosen Ilmu Komunikasi Massa Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Amrullah Ali Moebin menyampaikan, pemimpin yang memiliki jumlah followers banyak adalah nilai plus.


Sebab, semakin banyak pengikut di media sosial, maka semakin cepat dan mudah dalam menyampaikan gagasan maupun kebijakan ke publik. ‘’Sehingga bisa menjadi nilai plus bagi seorang pemimpin,’’ tuturnya.


Disampaikan Aam, media sosial adalah media atau alat komunikasi dua arah. Sehingga bisa langsung memberikan respons atas komentar publik. Artinya, media sosial akan menjadi nilai plus bagi seorang pemimpin atau pejabat apabila mampu berinteraksi dan merespons komentar publik dengan baik di media sosial.


‘’Jadi, akan percuma memiliki followers banyak, tapi tidak merespon komentar publik,’’ katanya. Disinggung soal jumlah followers Bupati Lindra yang begitu cepat menanjak dan sangat jomplang apabila dibandingkan dengan pejabat publik lainnya, akademisi asli Tuban ini mengungkapkan, ada beberapa hal yang membuat jumlah pengikut seseorang di media sosial meningkat signifikan.


Di antaranya, menjadi perbincangan di media sosial, booming di media massa, dan menjadi perbincangan masyarakat. ‘’Dari tiga hal di atas itu, bisa membuat seseorang penasaran, lalu mencari tahu, dan setelah itu singgah (me-follow, Red),’’ katanya.


Nah, tentu dengan meningkatnya jumlah followers Bupati Lindra, itu memenuhi salah satu dari tiga indikator di atas. Lebih lanjut Aam menyampaikan, media sosial adalah sarana komunikasi yang paling efektif.


Sebab, semua orang bisa menyampaikan apa saja di media sosial, termasuk kritik, saran, dan keluhan. ‘’Dari sini kita bisa melihat bagaimana respons yang disampaikan seorang pejabat. Kalau hanya menggungah foto dan tidak merespons komentar publik, ya percuma memiliki media sosial dan followers banyak. Eman,’’ ujar mantan wartawan Radar Bojonegoro itu.


Apakah jumlah followers banyak bisa menjamin elektabilitas atau tingkat keterpilihan seseorang? Aam menyampaikan, followers atau pengikut memiliki banyak karakter. Ada yang memang karena fanatik, tapi tidak sedikit juga yang hanya sekadar ingin tahu atau asal mengikuti, karena yang bersangkutan terkenal.


Artinya, followers tidak bisa menjadi tolak ukur elektabilitas. ‘’Kalau untuk menaikkan popularitas, bisa. Tapi, tergantung bagaimana memanfaatkan media sosial itu dengan baik,’’ papar alumnus SMAN 2 Tuban itu.

Editor : Bachtiar Febrianto
#berita daerah