RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dukungan terhadap Persibo Bojonegoro terus dikuatkan menjelang kompetisi Liga 3 Nusantara musim ini. Suporter dan Pemkab Bojonegoro sepakat “mempersibokan” masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap Laskar Angling Dharma.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam audiensi antara suporter Persibo Bersatu dengan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah di Ruang Batik Madrim, Pemkab Bojonegoro, Jumat (18/9).
Dalam audiensi tersebut, suporter menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pimpinan daerah. Salah satunya terkait dukungan terhadap Persibo agar mampu meraih prestasi terbaik di Liga 3 Nusantara musim ini.
Baca Juga: Sudah Pernah Antarkan Persibo ke Liga 2, Putu Gede Kembali Arsiteki Persibo
Dukungan yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan finansial melalui badan usaha milik daerah (BUMD) maupun perusahaan swasta. Namun, juga mendorong keterlibatan masyarakat secara luas untuk memberikan dukungan kepada klub kebanggaan Bojonegoro tersebut.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, pemkab mendukung kiprah Persibo dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Namun, dukungan tersebut harus dilaksanakan sesuai regulasi dan tata kelola yang berlaku. Terlebih, Persibo saat ini berada di bawah naungan perusahaan.
“Kami siap mendukung dengan tata kelola yang baik dan sesuai kebutuhan Persibo,” jelasnya.
Baca Juga: Satpol PP Bojonegoro Amankan Empat Pasangan di Kamar Kos
Wahono menjelaskan, apabila Persibo membutuhkan dukungan dari pemkab, manajemen dapat mengajukannya melalui surat atau proposal resmi. Pengajuan tersebut tetap harus mengikuti regulasi serta tata kelola yang berlaku.
“PT ADS dan PT BPR siap mendukung. Pemkab akan memfasilitasi,” ungkapnya.
Menurut Wahono, selama ini pemkab menilai manajemen Persibo cukup mampu mengelola klub yang bermarkas di Stadion Letjend Soedirman (SLS). Terlebih, manajemen Persibo sebelumnya disebut belum pernah mengajukan proposal resmi terkait dukungan kepada pemkab.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, pemkab sepakat mendorong gerakan “mempersibokan” masyarakat. Menurut dia, dukungan tersebut perlu dibangun melalui komunikasi yang baik antara manajemen, pemkab, dan suporter.
Nurul juga menyinggung keberadaan bus Persibo yang saat ini masih tersedia. Namun, sejumlah komponen di dalam bus tersebut diketahui hilang, di antaranya televisi dan pemutar musik.
“Tidak tahu siapa yang mengambil,” ujarnya. (irv/zim)
Editor : Hakam Alghivari