Pemkab Bojonegoro Perkuat Pembangunan Inklusif dengan Melaunching BERTAPPA 

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:49 WIB
Pemkab Bojonegoro Perkuat Pembangunan Inklusif dengan Melaunching BERTAPPA(YANA DWI/RADAR BOJONEGORO)
Pemkab Bojonegoro Perkuat Pembangunan Inklusif dengan Melaunching BERTAPPA(YANA DWI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan melalui pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG). Upaya ini diarahkan untuk memastikan perempuan dan laki-laki memperoleh kesempatan yang setara dalam pembangunan, sekaligus memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak.

Pemkab Bojonegoro menindaklanjuti hal tersebut melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan PUG Dirangkai dengan Launching Bertappa (Bersama Tegakkan Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Forum Kolaboratif dan Lapor Kepenak) Kamis (17/9/2026). 

Acara digelar di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Pemkab Bojonegoro tersebut turut menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro Ahmad Hernowo Wahyutomo; Bupati Bojonegoro Setyo Wahono; Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Prov. Jatim Hasmaranti; Fasilitator PUG Jatim One Widyawati; Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI Thomas Rizal.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Perkuat Pembangunan Desa Lewat TMMD, Program TMMD Resmi Dibuka Kemarin

Kepala DP3AKB Bojonegoro Ahmad Hernowo Wahyutomo menyampaikan, PUG menjadi bagian penting dalam memastikan perspektif kesetaraan masuk dalam pelaksanaan pembangunan. Menurut dia, keberhasilan pelaksanaan PUG membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perangkat daerah, Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), aparat penegak hukum (APH) dan Lembaga Masyarakat.

Masing-masing memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pembangunan sekaligus memberikan akses perlindungan kepada perempuan dan anak, khususnya mereka yang menghadapi diskriminasi. Hernowo, sapaannya menyampaikan, Pemkab Bojonegoro juga menginisiasi kolaborasi bersama dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Salah satunya melalui pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) PUG yang dirangkai dengan peluncuran inovasi Bertappa.

"Pelaksanaan bimtek Penguatan PUG yang dirangkai dengan Bertappa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman, komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Serta memberikan perlindungan optimal bagi perempuan dan anak," ujarnya.

Bimtek tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan prinsip PUG, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan pemahaman APH dan APIP dalam pelaksanaan tugasnya. Penguatan sinergi antar instansi dinilai penting agar pelaksanaan PUG dapat berjalan secara terintegrasi.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Rp793 Juta untuk 13 Warning Light

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menuturkan, Pemkab Bojonegoro ingin memastikan seluruh kebijakan dan program pembangunan disusun secara baik dan terstruktur, sehingga dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara adil dan setara. "Kita ingin memastikan strategi yang baik, terstruktur, dan dilakukan pemkab untuk memastikan seluruh kebijakan, program pembangunan dibuat adil dan setara bagi laki-laki maupun perempuan," katanya.

Menurut dia, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga harus memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal (no one left out) termasuk masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, anak tidak sekolah, maupun kelompok terpinggirkan. Semua memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang," jelasnya.

Pria kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo itu menegaskan, PUG diperlukan agar pemerintah dapat melihat kebutuhan serta kondisi di lapangan, baik perempuan maupun laki-laki, secara adil. Dengan demikian, kebijakan yang disusun diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan dan keresahan masyarakat.

Dia menilai upaya tersebut tidak dapat dilakukan Pemkab Bojonegoro seorang diri. Kolaborasi antara perangkat daerah, APH, APIP, lembaga masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. "Tidak bisa dilakukan sendiri, butuh kolaborasi, sinergi, kerja sama menyelesaikan problem ini," tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro menargetkan predikat Kabupaten Layak Anak

Pihaknya juga menyebut, APH memiliki posisi strategis dalam memberikan keadilan dan memperhatikan kelompok rentan. APIP diharapkan dapat memastikan pelaksanaan PUG tidak berhenti pada kelengkapan dokumen, tetapi juga melihat ketepatan pelaksanaan dan hasilnya. Sementara, perangkat daerah menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan pembangunan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program. Bagi lembaga masyarakat juga punya peran penting," tutur dia 

Rangkaian acara pun berlangsung sukses dan semarak. Tepat pukul 10.00 WIB, Bertappa resmi diluncurkan. Jargon semangat Bertappa : Bersama Tegakkan Perlindungan Perempuan dan Anak memeriahkan isi ruangan. (*/yna)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
BERTAPPA APH DP3AKB Bojonegoro pemkab bojonegoro Bupati Bojonegoro Setyo Wahono