Kunjungan Wisata Bojonegoro Turun 35 Persen, Disbudpar Sedang Melakukan Pengembangan

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:15 WIB
POTENSI WISATA:Salah satu objek wisata di Bojonegoro, data pengunjung menurun. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
POTENSI WISATA:Salah satu objek wisata di Bojonegoro, data pengunjung menurun. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Okupansi wisata mengalami penurunan hingga 35 persen dibanding tahun lalu di periode yang sama.

Berdasar data dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar), pada Januari-Juli 2025, jumlah wisatawan mencapai 371.038 orang. Sementara, di Januari-Juli tahun ini sebanyak 241.387 orang. Artinya, berkurang sebanyak 129.651 orang atau sekitar 34,9 persen.

Penurunan terlihat di sejumlah destinasi. Meliputi Dander Waterpark yang sebelumnya 61.489 wisatawan, tahun ini baru tercatat 26.759 wisatawan. Selanjutnya, Kahyangan Api dari 69.062 wisatawan di 2025, kini baru 33.744 wisatawan. Sementara, Waduk Pacal di 2025 ada 43.061 wisatawan, tahun ini terdata 23.759 wisatawan. Serta, Agrowisata Belimbing di 2025 mencapai 48.996 wisatawan, tahun ini 37.215 wisatawan.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disbudpar Bojonegoro M. Amin Asrofin mengatakan, salah satu faktor berpengaruh terhadap penurunan kunjungan di sejumlah destinasi di antaranya daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat. "Memang untuk daya beli dan ekonomi masyarakat saat ini mengalami penurunan saat mengunjungi, namun di beberapa destinasi wisata lainnya juga tinggi," kata Amin, kemarin (1/9).

Baca Juga: Disbudpar Sebut Kunjungan Wisata Bojonegoro Mulai Pulih, Pasang Target Kedatangan 1,1 Juta Wisatawan

Pihaknya mengaku, tidak hanya mengandalkan destinasi wisata yang selama ini menjadi tujuan utama. Pengembangan potensi wisata di tingkat desa menjadi salah satu langkah yang diperkuat. Dia melanjutkan, menggandeng kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk memaksimalkan potensi wisata yang berada di desa-desa.

"Ya, kami sekarang sedang melakukan pengembangan. Kemarin kami juga sudah melakukan pertemuan di beberapa kelompok pokdarwis untuk memajukan wisata yang ada di desa," ujarnya.

Selain wisatawan lokal, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Ledre ini juga masih relatif minim. Sepanjang 2025 tercatat 53 wisatawan, sedangkan hingga Juli 2026 baru mencapai 44 orang.

"Ya kedepan kita akan mengembangkan destinasi yang ada di Bojonegoro dan langkah ini diharapkan mampu memperluas pilihan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi," pungkas dia. (yna/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
Okupansi wisata Wisata disbudpar bojonegoro