1.930 Warga Terjangkit HIV/AIDS: 4.251 Pasien Berobat di Bojonegoro

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi Ainur Ochhiem
Ilustrasi Ainur Ochhiem

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Warga Bojonegoro harus waspada penyebaran penyakit human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Sebab, dinas kesehatan (dinkes) mencatat 4.251 pasien berobat di Bojonegoro. Dari jumlah itu, sebanyak 1.930 penduduk lokal. Sisanya berasal dari luar daerah.

Menurut Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati, terdapat 4.251 pasien HIV yang menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan (faskes) Bojonegoro.

Baca Juga: Sebelas Bulan, 185 Pasien Blora Terjangkit HIV/AIDS

Sebanyak 1.930 pasien di antaranya warga ber-kartu tanda penduduk (KTP) Bojonegoro. Sisanya, 2.321 merupakan warga dengan KTP luar daerah. "Betul, pasien HIV yang berobat di Bojonegoro ada 4.251 orang," ungkap Ninik, Selasa (4/8).

Ninik menegaskan, seluruh pasien menjalani pengobatan di rumah sakit (RS) maupun puskesmas Bojoneoro. Pengobatan terus dipantau oleh dinkes untuk memastikan pasien mendapatkan terapi sesuai standar.

"Seluruhnya berobat di Bojonegoro. Pengobatan dalam pantauan dinkes, dilakukan di RS dan puskesmas," katanya.

Spesialis penyakit dalam di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro dr. Alvi Chomariyati menyampaikan, berdasar data sejauh ini pasien HIV/AIDS didominasi laki-laki. Tapi perempuan juga rentan terjangkit.

Tingginya temuan kasus berkemungkinan dari langkah skrining atau deteksi yang dilakukan petugas setempat.

Baca Juga: Menata Ulang Cara Pandang terhadap HIV/AIDS

"Lebih cepat terdeteksi jadi lebih bisa menghambat penularan. Berdasar data, sebenarnya paling banyak laki-laki, tapi perempuan rentan juga," katanya terpisah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni menyampaikan, dalam upaya penanganan HIV/AIDS dibutuhkan edukasi serius. Stigma yang terbangun di masyarakat harus dikikis pelan-pelan lantaran bisa memengaruhi pasien enggan berobat karena malu.

"Edukasi ini (HIV/AIDS) butuh kerja sama seluruh pihak, stakeholder. Agar masyarakat lebih sadar dan tidak ada stigma mengucilkan para pasien," katanya. (yna/msu)

 

 

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
bojonoegoro RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro HIV / AIDs Edukasi