Verval ATS Belum Tuntas: Disdik Ajukan MoU ke Pusdatin, Giri Foundation Kawal Sampai Tuntas

M. Irvan Romadhon • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 07:40 WIB
MENCARI SOLUSI: Diskusi pencegahan dan penganganan ATS di Kantor Radar Bojonegoro 21 Juli lalu. Proses verifikasi hingga 31 Juli belum tuntas. (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)
MENCARI SOLUSI: Diskusi pencegahan dan penganganan ATS di Kantor Radar Bojonegoro 21 Juli lalu. Proses verifikasi hingga 31 Juli belum tuntas. (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -Verifikasi dan validasi (verval) data anak tidak sekolah hingga kemarin (1/8) belum tuntas. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro menargetkan verifikasi dan validasi data anak tidak sekolah (ATS) selesai awal bulan ini. Sehingga bisa segera dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait program dan kebijakan untuk penanganan ATS.

Selain itu, untuk pencepatan penanganan ATS, Disdik Bojonegoro mengajukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman kerja sama akses dan pengelolaan data ATS ke Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca Juga: Refleksi HAN 2026: ATS Jadi PR Prioritas Pemkab Bojonegoro

Ke depan dengan MoU tersebut disdik bisa leluasa dalam mengakses data ATS. Sehingga penentuan kebijakan dan program lebih tepat sasaran.Terlebih target penanganan ATS tahun ini mencapai 50 persen.

Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Bojonegoro Agus Anshori mengatakan, data ATS yang belum diverval tak sampai seribu. Sehingga ditargetkan selesai awal Agustus ini.

Dari hasil sementara verval ada residu data. Tepatnya ada nama ATS, namun tidak tercantum alamat. Juga ATS tidak berada di Bojonegoro, diperkirakan sudah pindah ke luar kota.

‘’Namun nama ATS masih tercantum di Bojonegoro,” ungkapnya.

Menurut Agus, disdik saat ini proses mengajukan MoU dengan Pusdatin Kemendikdasmen terkait akses dan pengelolaan data ATS. Draf MoU sudah dikirimkan ke pusdatin.

Baca Juga: Refleksi HAN 2026: ATS di Bojonegoro Butuh Keterampilan

Ketika MoU terjadi disdik bisa mengelola data ATS lebih leluasa. Sehingga dalam membuat kebijakan dalam penanganan dan pencegahan ATS lebih baik dan tepat sasaran.

‘’Termasuk kebijakan untuk siswa, guru, hingga sarana dan prasarana,” jelasnya.

Agus mengaku MoU dengan pusdatin baru pertama dilakukan oleh disdik.  Sehingga prosesnya lama. Terlebih pusdatin nantinya bakal melakukan kunjungan ke Bojonegoro. Termasuk membahas isi draf MoU.

Baca Juga: Anak Tidak Sekolah Rentan Menikah Dini, Ada 4.745 ATS di Bojonegoro

‘’Bisa jadi Disdik Bojonegoro harus ke Kemendikdasmen,” ujarnya. 

Giri Foundation memastikan akan terus mengawal Pemkab Bojonegoro dalam menyelesaikan ATS di Bojonegoro. Karena, ini menyangkut masa depan Kabupaten Bojonegoro.

‘’Kami sudah komitmen, akan mengawal ini (ATS) sampai tuntas,’’ kata Ketua Giri Foundation Rian Adi Kurniawan. (irv/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
giri foundation pemkab bojonegoro bojonegoro anak tidak sekolah ATS