RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kesolidan pedagang Pasar Bojonegoro Kota sedang diuji. Saat pembangunan pasar berlangsung, lokasi pedagang sementara berpencar di beberapa titik.
Terdapat pedagang yang masih berjualan di sekitar pasar kota yang sedang dibangun. Ada yang berada di Pasar Wisata, bahkan ada di Pasar Banjarrejo. Kondisi ini membuat pendapatan pedagang menurun.
Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro meminta pemkab melakukan penataan ulang tempat penampungan sementara (TPS).
Baca Juga: Bangunan Pasar Kota Bojonegoro Mulai Dibongkar, DPRD Ingatkan Proyek Jangan Molor
Pendamping Paguyuban Pedagang Pasar Kota Agus Rismanto mengatakan, audiensi yang dilakukan untuk meminta ketegasan pemkab terkait penataan TPS.
Sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa Pasar Banjarrejo tidak diperbolehkan menampung sementara pedagang pasar kota. Namun ternyata ditemukan adanya pedagang pasar kota yang diperbolehkan pindah di Pasar Banjarrejo.
"Kesepakatan awal selama dua bulan Pasar Banjarejo tidak boleh menerima pedagang dari pasar kota," katanya saat audiensi dengan Pemkab Bojonegoro kemarin (16/7).
Gus Ris, sapaan Agus Rismanto menjelaskan, selain itu terdapat pedagang lesehan yang masih berjualan di sekitar pasar kota yang sedang dibangun. Tentu pedagang lesehan tersebut perlu difasilitasi agar bisa berkumpul dengan pedagang pasar kota lainnya di TPS Pasar Wisata.
Baca Juga: Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro Ditarget Dua Tahun, Anggaran Diperkirakan Tembus Rp160 M
Menurut Gus Ris kondisi ini membuat pedagang pasar kota terpecah tidak berkumpul di satu TPS. Dampaknya omset pedagang menurun drastis. Tentu perlu solusi dari pemkab untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pedagang pasar.
"Prinsipnya pedagang ingin berkumpul di satu TPS," terangnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdakop UM) Akhmadi mengatakan, hasil audiensi pada intinya paguyuban pedagang kota meminta agar pedagang segera menempati TPS di Pasar Wisata. Termasuk pedagang lesehan yang masih berjualan di sekitar pasar kota. Pemkab sudah ada tahapan yang dilaksanakan dlm rangka penertiban pedagang.
''Sosialisasi yang terus berjalan sampai dengan tindakan paksa jika diperlukan. Giat pengamanan di sekitar pasar kota juga terus berjalan," ujarnya. (irv/msu)
Editor : Hakam Alghivari