RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Target perluasan areal tanam tembakau di Bojonegoro tahun ini dinilai sulit tercapai. Berkurangnya sumber air akibat musim kemarau serta kondisi lahan yang mulai mengeras menjadi kendala utama yang dihadapi petani.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, target luas tanam tembakau pada 2026 ditetapkan mencapai 15.958,19 hektare (ha). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tanam tahun 2025 yang mencapai sekitar 15.000 hektare.
Namun, hingga Selasa (7/7), realisasi tanam baru mencapai 10.409 hektare.
Baca Juga: Tembakau Tertanam di 10.409 Hektare Lahan di Bojonegoro
Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bojonegoro, Kiswanto, menilai mempertahankan realisasi tanam sekitar 15.000 hektare seperti tahun lalu sudah menjadi capaian yang baik di tengah berbagai tantangan musim.
"Kalau menurut saya, bisa seperti tahun kemarin saja sudah bagus," ujarnya.
Menurut Kiswanto, potensi tidak tercapainya target bukan disebabkan menurunnya minat petani menanam tembakau. Sebaliknya, antusiasme petani masih cukup tinggi, tetapi mereka terkendala kondisi di lapangan.
Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Bidik Luas Tanam Tembakau Capai 16.000 Hektare
"Minat petani tidak menurun," katanya.
Ia menjelaskan, lahan pertanian yang mulai mengeras akibat minimnya curah hujan membuat proses pengolahan tanah menjadi lebih sulit. Di sisi lain, sebagian tanaman tembakau yang ditanam lebih awal juga dilaporkan mati karena kekurangan air.
"Lahannya sudah mulai keras sehingga sulit diolah. Tanaman yang ditanam lebih awal juga banyak yang mati. Sumber air mulai berkurang, jadi penyebabnya cukup banyak," jelasnya.
Sementara itu, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Tanaman Perkebunan DKPP Kabupaten Bojonegoro, Bambang Wahyudi, mengatakan hingga Selasa (7/7) luas tanam tembakau telah mencapai sekitar 10.409 hektare.
Meski demikian, pihaknya mengaku belum menerima laporan resmi dari petani terkait adanya tanaman tembakau yang mati maupun gagal tanam.
"Untuk sementara belum ada laporan mengenai tanaman tembakau yang mati," ujarnya. (ewi/zim)
Editor : Hakam Alghivari