RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) belum sepenuhnya beroperasi. Baru tercatat 85 KDKMP yang mulai melakukan transaksi.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro Moh. Akhmadi menyebut, 85 koperasi itu merupakan KDKMP yang diresmikan di Nganjuk pada 16 Mei lalu.
‘’Ada 85 KDMKMP (yang sudah beroperaso, red). 85 KDKMP ini yang sudah di-launching presiden di Nganjuk bersama dengan 1.000 KDKMP,” kata Akhmadi, kemarin (1/7).
Berdasar data dihimpun, 85 KDKMP tersebut tersebar di 21 kecamatan. Di antaranya enam KDKMP di Kecamatan Kalitidu; sebelas KDKMP di Kecamatan Kapas; masing-masing dua KDKMP di Kecamatan Bojonegoro, Purwosari, Temayang, Bubulan, dan Sumberrejo; masing-masing tiga KDKMP di Kecamatan Gayam, Ngasem, dan Baureno; serta tujuh KDKMP di Kecamatan Dander.
Kemudian, delapan KDKMP di Kecamatan Kepohbaru, Kanor, dan Trucuk; lima KDKMP di Kecamatan Malo; empat KDKMP di Kecamatan Sukosewu dan Balen; dan masing-masing satu KDKMP di Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Padangan, Tambakrejo, dan Kasiman. Artinya masih 345 KDKMP belum beroperasi.
Ketua Asosiasi KDKMP Bojonegoro Sugianto mengatakan hal senada. Menurutnya, 85 KDKMP diresmikan di Nganjuk. Dia juga menanggapi perihal penempatan manajer KDKMP. ‘’Informasi yang saya pernah dengar manajer akan nge-bakcup beberapa KDKMP. Karena setiap KDKMP ada dua sistem manajer yang membantu pekerjaan tersebut,” beber dia (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko