RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hepatitis B mendominasi penyakit menular yang terdeteksi saat donor darah. Namun, masih bersifat reaktif dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.
"Reaktif ini belum tentu saat periksa di RS (rumah sakit) positif," kata Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro Imam Sutrisno, Kamis (25/6).
Menurut Imam, petugas melakukan skrining empat parameter melalui transfusi darah atau donor reaktif penyakit menular. Di antaranya Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, dan HIV/AIDS.
Banyak dan sedikitnya kasus donor darah reaktif, tidak menggambarkan kondisi daerah secara menyeluruh.
Baca Juga: 7 Cara Ampuh Menurunkan Tekanan Darah dan Kolesterol Setelah Pesta Daging Malam Tahun Baru
Misal tinggi HIV/AIDS maupun Hepatitis B tidak serta merta dapat diartikan Bojonegoro banyak kasus tersebut.
"Tidak lantas menggambarkan Bojonegoro banyak HIV/AIDS. UDD PMI melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan," jelas Imam.
Dia menyampaikan, dari awal tahun total donor darah reaktif yang pertama didominasi Hepatitis B. Kemudian, Hepatitis C, Sifilis, dan HIV/AIDS.
"Di sini reaktif, kemudian dirujuk ke RS untuk verifikasi. Paling banyak Hepatitis B, karena kan endemi. Sebenarnya orang itu mendeteksi, jaga kesehatan tetap stabil salah satunya dengan donor darah," bebernya. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko