Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Bojonegoro Bidik Luas Tanam Tembakau Capai 16.000 Hektare

Dewi Safitri • Senin, 15 Juni 2026 | 08:50 WIB
TEMBAKAU: Para petani tembakau di Desa Belun, Kecamatan Temayang mengeluhkan tren harga jual daun tembakau basah alami penurunan. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
TEMBAKAU: Para petani tembakau di Desa Belun, Kecamatan Temayang mengeluhkan tren harga jual daun tembakau basah alami penurunan. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menargetkan peningkatan produksi tembakau pada musim tanam tahun ini.

Namun, hingga pertengahan Juni, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bojonegoro belum dapat memastikan apakah minat petani menanam tembakau juga akan meningkat.

Pasalnya, musim tanam baru dimulai dan aktivitas di lapangan belum berlangsung merata. Sebagian besar petani masih fokus menyiapkan lahan sebelum memasuki masa tanam.

Sekretaris APTI Bojonegoro, Kiswanto, mengatakan proses penanaman tembakau memang sudah dimulai di sejumlah wilayah. Meski demikian, perkembangannya masih berada pada tahap awal.

Baca Juga: Musim Kemarau Tiba di Bojonegoro, Petani Mulai Tanam Tembakau

"Sudah mulai proses tanam tembakau," ujarnya.

Menurut Kiswanto, kondisi tersebut membuat pihaknya belum dapat memprediksi perkembangan budidaya tembakau tahun ini, baik dari sisi luas tanam maupun jumlah petani yang akan membudidayakan komoditas tersebut.

"Ini baru mulai tanam. Rata-rata petani masih menyiapkan lahan, sehingga kami belum bisa memprediksi perkembangannya," terangnya.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro menargetkan luas tanam tembakau mencapai 16.000 hektare pada 2026.

Target tersebut lebih tinggi dibanding realisasi luas tanam pada 2025 yang mencapai sekitar 15.000 hektare.

Sebelumnya, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi, menyampaikan proyeksi luas tanam tahun ini dinaikkan karena dinilai memiliki peluang untuk tercapai.

Menurutnya, keberhasilan mencapai target tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca serta ketersediaan benih.

Baca Juga: DKPP Bojonegoro Catat Serapan Benih Tembakau Bersertifikat Meningkat Jelang Kemarau

"Faktor yang paling mendukung tercapainya target luas tanam adalah kondisi iklim atau cuaca dan ketersediaan benih," jelasnya. (ewi/zim)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Produksi #Pertanian #Luas Tanam #lahan #tembakau