RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) mulai cair. Nominal bantuan tahun ini turun dibanding sebelumnya. Sebaliknya, jumlah penerima bertambah.
Pada 2025 nominalnya total anggaran Rp 33,6 miliar, jumlah penerima BLT DBHCHT sebanyak 18.695 jiwa. Rinciannya, buruh pabrik rokok 15.753 jiwa, dan 2.942 buruh petani. Total 18.695 penerima.
Kemudian tahun ini 15.972 jiwa, dijatah Rp 875 ribu. Sehingga total bantuan Rp 13,9 miliar.
Baca Juga: BLT DBHCHT Senilai Rp 33,6 M Cair, Disalurkan untuk 18.695 Buruh dan Petani Tembakau Bojonegoro
"Untuk Bojonegoro mulai besok (hari ini, red) dibagikan," kata Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (RTMM) Serikat Pekerja Selurub Indonesia (SPSI) Bojonegoro Anis Yulianti, kemarin (18/5).
Anis melanjutkan, pencairan BLT DBHCHT kemarin masih lintas wilayah, yakni warga Bojonegoro yang bekerja di perusahaan rokok di kabupaten tetangga. Sedangkan, untuk Bojonegoro dilalukan serentak di Selasa (19/5) dan Rabu (20/5).
"Tahun ini semua dapat. Tahun kemarin saya tidak dapat dan ratusan buruh juga tidak dapat karena perbup (peraturan bupati) tertulis mandor tidak dapat. Tapi, jumlah penerima tahun ini bertambah," katanya.
Sedangkan, lanjut dia, untuk nominal bantuan tahun ini berbeda dari sebelumnya.
Turun, dari Rp 1,8 juta menjadi Rp 875 ribu per jiwa. "Tahun ini Rp 875 ribu, kemarin Rp 1,8 juta karena memang turun semua dapatnya dari pusat," tambah dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agus Susetyo Hardiyanto menyampaikan, jumlah penerima BLT DBHCHT tahun ini sebanyak 15.972 jiwa. Per penerima mendapat Rp 875 ribu. Sehingga total bantuan ini mencapai Rp 13,9 miliar.
Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Terima DBHCHT Rp119 Miliar, Dibelanjakan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Penyaluran dilakukan secara simbolis di dua lokasi. Pertama di PT Gelora Djaja di Kecamatan Baureno pada Rabu (13/5), sedangkan penyaluran kedua dilaksanakan di PT Kareb Alam Sejahtera.
Terdapat 42 perusahaan rokok di Bojonegoro dan enam perusahaan di luar daerah yang pekerjanya berasal dari Bojonegoro dan turut menerima bantuan.
Saat dikonfirmasi perihal penurunan nominal bantuan, Antok sapaannya mengatakan, dana transfer dari kementerian keuangan (kemenkeu) turun 55 persen. "Selain itu jumlah penerima juga bertambah," kata dia. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko