Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Rencana Peringatan Hari Buruh Sedunia di Bojonegoro: SBKI Turun Jalan, SPSI Bersama Pemkab

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 27 April 2026 | 20:00 WIB
SAMPAIKAN ASPIRASI: Para aktivis perempuan menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Bojonegoro. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
SAMPAIKAN ASPIRASI: Para aktivis perempuan menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Bojonegoro. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Beda serikat pekerja, beda cara memperingati hari buruh sedunia pada 1 Mei mendatang. Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI) Bojonegoro rencananya turun ke jalan pada Jumat (1/5) mendatang .

Sebaliknya, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mendapat undangan peringatan hari buruh dari pemerintah kabupaten (pemkab).

Ketua Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI) Bojonegoro Arif Rahmanto menyampaikan, rencananya turun ke jalan pada Jumat (1/5) mendatang dalam memperingati May Day. Membawa tiga tuntutan, di antaranya menuntut diterbitkannya peraturan dan perundang-undangan yang memihak kesejahteraan buruh. 

Kemudian, menjamin kesehatan, kelayakan kehidupan buruh dan keluarga dan menghapus sistem outsourcing serta menuntut kebebasan berserikat bagi pekerja. "Upah layak adalah keharusan, karena itu yang menjamin kelangsungan hidup buruh," tegas dia.

Baca Juga: Peringati Hari Buruh, Aktivis Tuntut Jaminan Keselamatan Buruh dan Upah Layak

Arif menjelaskan, upah buruh hari ini masih terbagi dua. Yakni, buruh formal dengan pekerjaan yang bisa dikatakan lumayan layak dibanding buruh informal seperti buruh administrasi universitas atau lembaga pemerintah maupun nonpemerintah serta buruh atau tukang kayu dan batu di rumahan atau proyek tertentu.

"Upah tukang kayu atau batu ada beberapa klasifikasinya. Tukang kayu yang HOK atau harian orang kerja bisa di atas Rp 150 ribu atau Rp 250 per hari. Kalau buruh atau kenek pembantunya tukang dari Rp 80 ribu sampai Rp 120 ribu per hari. Tapi ini kan pekerjaannya tidak menentu, belum pasti ada. Ini yang kita perjuangkan," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro Anis Yulianti saat dikonfirmasi menginformasikan adanya undangan peringatan Hari Buruh oleh pemerintah kabupaten (pemkab).

Baca Juga: Peringatan Hari Buruh, Bupati: Apresiasi Empat Tuntutan Buruh Bojonegoro

Digelar di Halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro yang berlokasi di Jalan Pattimura Nomor 24. Saat disinggung perihal apakah adanya tuntutan buruh dari pihaknya saat ini, dia hanya menjawab akan menyampaikannya saat sambutan acara tersebut. "Saya sampaikan pas sambutan," kata dia. (yna/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#hari buruh sedunia #sbki bojonegoro #spsi bojonegoro #tuntutan buruh #may day