RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Seleksi anggota Dewan Pendidikan Bojonegoro berlangsung kemarin (24/4). Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwa Hambali mengatakan wawancara dimulai pukul 08.00 hingga 16.00. Terdapat 22 peserta yang menjalani seleksi wawancara gelombang pertama.
‘’Untuk wawancara gelombang kedua berlangsung pada 27 April mendatang dengan 23 peserta,” ungkapnya.
Ridlwan menjelaskan, sebenarnya pada wawancara gelombang pertama dijadwalkan diikuti 23 peserta. Namun satu peserta berhalangan hadir sehingga akan ikut wawancara di gelombang kedua.
Terkait fokus dalam seleksi wawancara, Ridlwan mengaku ada lima aspek yang digali dari peserta seleksi. Mulai dari wawasan kebangsaan, kompetensi bidang pendidikan, regulasi, inovasi, dan etika.
Menurut Ridlwan pendaftar dewan pendidikan banyak dan tokoh-tokoh pendidikan di Bojonegoro. Sehingga dalam wawancara pansel menggali ilmu dan pengalaman peserta. Namun fokus utama ketika peserta menjadi pengurus dewan pendidikan program apa yang akan dilaksanakan.
‘’Hasil wawancara gelombang pertama bagus. Namun belum bisa merekapitulasi,” jelasnya.
Panitia Seleksi Dewan Pendidikan, Zamroni, mengatakan bahwa seleksi hari pertama diikuti 22 peserta. Total keseluruhan calon anggota Dewan Pendidikan mencapai 45 orang.
“Seleksi berikutnya dilanjutkan Senin pekan depan,” ujarnya.
Persaingan memperebutkan kursi anggota Dewan Pendidikan cukup ketat. Dari total 45 peserta, hanya 11 orang yang akan dipilih. Artinya, sebanyak 34 peserta lainnya dipastikan tersisih.
Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Choirul Anam, berharap Dewan Pendidikan diisi oleh insan yang berkompeten di bidang pendidikan. Dengan demikian, mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Bojonegoro.
“Harapan kami di Komisi C, mereka yang terpilih harus benar-benar berkompeten di bidang pendidikan,” jelasnya.
Menurut Choirul, pihaknya belum pernah diajak berdiskusi terkait seleksi Dewan Pendidikan. Meski demikian, ia berharap proses seleksi dapat menghasilkan anggota yang kompeten.
Choirul menambahkan, sektor pendidikan masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Mulai dari peningkatan angka partisipasi sekolah hingga perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Dengan demikian, diharapkan tercipta pendidikan yang bermutu di Bojonegoro.
“Dewan Pendidikan bisa berkontribusi di situ,” jelas politikus PAN tersebut.
Salah satu calon anggota Dewan Pendidikan, Hidayat Rahman, mengatakan dirinya mengikuti seleksi karena memiliki latar belakang di bidang pendidikan. Ia ingin berkontribusi melalui Dewan Pendidikan.
“Harapannya kami bisa memberikan kontribusi yang baik bagi pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, Dewan Pendidikan memiliki fungsi strategis, mulai dari pengawasan hingga memberikan masukan dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami sebagai peserta mohon doa agar semuanya lancar,” tutur mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Bojonegoro–Tuban. (irv/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana