RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga Minyakita dikeluhkan sejumlah pedagang eceran, lantaran melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 15.700 per liter. Namun, di lapangan harganya tembus hingga Rp 21 ribu per liter.
Badan urusan logistik (bulog) memastikan HET tidak ada perubahan harga minyak subsidi tersebut.
"Iya, harga Minyakita naik ini. Bahkan kosong di pasaran," keluh Erna Fitrianti salah satu pedagang di Pasar Wisata (Parwis) kemarin (22/4).
Menurutnya, harga eceran Minyakita saat ini mencapai Rp 21 ribu per kemasan. Terjadi sudah lama. "Sudah lama. Tidak sesuai HET yang ditentukan pemerintah," katanya.
Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok Berpotensi Naik Imbas Naiknya Harga BBM Nonsubsidi
Berbeda, Andrian pedagang lainnya mengatakan, harga Minyakita di tokonya cenderung stabil. Sebab, sudah mulai naik sejak awal puasa. Dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu per kemasan.
"Stabil di kami. Eceran Rp 20 ribu per kemasan. Kalau karton emang naik. Tapi, saya kurang paham untuk harga pastinya," lanjut dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Cabang (Kanca) Perum Bulog Bojonegoro Umar Said menyampaikan, stok Minyakita di pihaknya secara total di angka 377.586 liter per kemarin. Untuk kebutuhan Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban.
"Ini total stok kami untuk Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Untuk HET tidak ada perubahan," ujar dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana