Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga Plastik Melambung Hingga Dua Kali Lipat , Pelaku UMKM Bojonegoro Mulai Limbung

Hakam Alghivari • Senin, 6 April 2026 | 07:15 WIB
PALING TERDAMPAK: Penjual es teh di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander saat melayani pembeli. Kenaikan harga plastik kemasan membuat pelaku usaha dilema, menaikkan harga atau memangkas porsi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
PALING TERDAMPAK: Penjual es teh di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander saat melayani pembeli. Kenaikan harga plastik kemasan membuat pelaku usaha dilema, menaikkan harga atau memangkas porsi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga plastik di sejumlah toko di Bojonegoro mengalami kenaikan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, kenaikan harganya mencapai dua kali lipat dan mulai berdampak pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

IR, penjual plastik di wilayah Ngasem yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, kenaikan sudah terjadi sejak Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Lonjakan harga paling terasa pada plastik kemasan yang banyak digunakan pelaku usaha.

“Plastik setengah kilogram Rp 4.500, sebelumnya Rp 2.500. Satu kilogram Rp 7.000, sebelumnya Rp 4.000,” ujarnya. Pria kelahiran Ngasem itu menyebut, kondisi ini membuat pelaku usaha, khususnya makanan dan minuman harus menyesuaikan harga jual karena biaya kemasan ikut meningkat.

“Tentu untuk UMKM yang menggunakan plastik untuk kemasan harus menaikkan harga,” katanya. Tidak hanya plastik, kenaikan juga terjadi pada bahan kemasan lain seperti styrofoam. Hal ini semakin menambah beban biaya produksi pelaku usaha.

Dini Nur Febriyanti, penjual makanan dan minuman di Desa Sukorejo, mengaku terkejut dengan lonjakan harga tersebut. “Tidak hanya harga plastik, tetapi juga styrofoam. Satu slop yang dulu Rp 38 ribu dapat 200 biji, sekarang jadi Rp 56 ribu,” ujar gadis asli Sukorejo.

Baca Juga: Beda Segmen Produk, Belum Banyak UMKM Bojonegoro Rasakan Manfaat Program Affiliator

Kondisi itu membuatnya harus menaikkan harga jual, meski sempat ragu karena khawatir memengaruhi minat pembeli. “Mau menaikkan harga juga berpikir, takut tidak laku. Tapi sekarang es yang biasanya Rp 1.500 saya jual Rp 2.000,” terangnya.

Hal serupa disampaikan Anna Nurhayati, pelaku UMKM emping di Kecamatan Ngasem. Dia mengaku kenaikan harga kemasan sangat berdampak pada usahanya. “Sangat terdampak. Saya naikkan per kemasan Rp 2.000 hanya untuk mengganti kemasan saja,” ujarnya.

Kenaikan harga plastik dan bahan kemasan ini menempatkan pelaku UMKM dalam kondisi limbung sekaligus dilema. Di satu sisi biaya produksi meningkat yang mengakibatkan margin keuntungan tergerus. Sementara, di sisi lain mereka harus tetap menjaga harga lama agar tidak memberatkan konsumen.

Sementara itu, berdasar data yang diolah dari berbagai sumber, penyebab kenaikan harga plastik merupakan imbas dari perang Iran vs Amerika Serikat/Israel. Mengingat bahan baku plastik mayoritas dari wilayah Timur Tengah. (kam/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#harga plastik #styrofoam #umkm #bojonegoro #plastik