RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penyaluran program gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri) dan domba kesejahteraan 2026 hingg Maret ini belum realisasi. Rencananya Juni hingga Agustus mendatang.
Sementara, tahapan dua program unggulan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro tersebut saat ini berlangsung survei harga dan ketersediaan komoditas. Sekaligus menanti pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi (DTSEN) selesai.
Kabid Peternakan Disnakkan Bojonegoro Indra Firmansyah mengatakan sesuai rencana penyaluran gayatri dan domba kesejahteraan dilakukan di Juni – Agustus.
Tentu setelah proses verifikasi, pengajuan surat keputusan (SK) dan bimbingan teknis kepada calon keluarga penerima manfaat (KPM).
Indra menjelaskan tahapan saat ini dilaksanakan meliputi survei harga dan ketersediaan komoditas di tingkat produsen. Untuk gayatri suervei di pabrik pakan, pabrik kandang, dan perusahaan produsen atau pembudidaya ayam petelur.
‘’Untuk domba kesejahteraan survei harga dan ketersediaan domba lokal di area Bojonegoro,” ungkapnya.
Indra menambahkan tahapan lain yang sedang berlangsung adalah penetapan lokasi alokasi program. Serta penghimpunan data calon KPM dari tingkat desa dan kecamatan.
‘’Kemudian disandingkan dengan DTSEN terkait posisi desil calon KPM,” jelasnya.
Program gayatri tahun ini ditargetkan pada 4.400 KPM dengan pagu anggaran Rp 76 miliar (M). Lalu, untuk domba kesejahteraan akan disalurkan kepada 3.325 KPM dengan pagu anggaran Rp 21,2 M. (irv/msu)