Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ratusan Madin Bojonegoro Tak Lolos Verifikasi Bosda, Berharap Lembaga Masih Diberi Kesempatan Tambahan

M. Irvan Romadhon • Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:00 WIB

PENDIDIKAN AGAMA: Para santri mengaji di salah satu madin di Kecamatan Temayang. Hingga kini bosda madin belum cair. (AHMAD ALFIANSYAH MG-1/RDR.BJN)
PENDIDIKAN AGAMA: Para santri mengaji di salah satu madin di Kecamatan Temayang. Hingga kini bosda madin belum cair. (AHMAD ALFIANSYAH MG-1/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ratusan madrasah diniyah (madin) yang mengajukan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) tahun ini dinyatakan tak lolos verifikasi.

Namun, kementerian agama dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) masih berupaya untuk mencari solusi bagi lembaga yang belum lolos verifikasi. Salah satunya meminta verifikasi tambahan.

Terlebih madin mengalami kendala dalam pengisian data pengajar dan siswa di sistem akibat sistem Education Management Information System (EMIS) eror. Sehingga data guru dan santri tak masuk dalam sistem.

Sekretaris FKDT Bojonegoro Mariyanto mengatakan, bahwa verifikasi data madin sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Bojonegoro. Hasilnya ratusan madin diperkirakan tak lolos verifikasi. Namun, untuk jumlah detail di tim verifikator.

‘’Setiap kecamatan ada yang tidak lolos verifikasi,” ungkapnya. Mariyanto memperkirakan eror pada EMIS menjadi penyebab madin tak lolos verifikasi. Akibat data santri dan guru dimasukkan tak muncul di sistem EMIS.

Padahal verifikasi dilakukan untuk mengetahui jumlah guru dan santri yang dimiliki masing-masing madin. ‘’Selain itu, kesulitan mengakses sistem karena lembaga non formal,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, kemenag dan FKDT telah memberikan pendampingan dalam pengisian EMIS. Namun, kendala terjadi pada sistem EMIS.

Mariyanti meminta ada solusi terbaik terkait hasil verifikasi. Sehingga lembaga madin tetap bisa mengakses BPPDGS. Jangan sampai karena sistem lembaga madin tidak dapat menerima manfaat program tersebut.

‘’Sampai saat ini belum ada petunjuk selanjutnya dari tim verifikator dari disdik,” ungkapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bojonegoro Sun’an mengatakan, semestinya verifikasi sudah selesai. Hasil datanya di disdik. Namun diperkirakan banyak madin yang tak lolos verifikasi.

‘’Banyak hampir tiap kecamatan ada. Namun, untuk data pastinya belum mendapatkan salinannya,” ungkapnya. Sun’an menjelaskan, secara umum kendala dihadapi madin data santri tidak masuk di EMIS. Sementara, untuk acuan penerima bosda madin 2026 disdik menggunakan data verifkasi tersebut.

Pihaknya meminta adanya verifikasi tambahan. Sehingga, masih ada kesempatan bagi lembaga untuk mengisi EMIS. ‘’Semoga ada verifikasi selanjutnya dan kami memohon ke disdik untuk diberi kesempatan lagi biar lembaga mengisi EMIS,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Mutu PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik Bojonegoro Rasmadi mengaku verifikasi belum selesai dilakukan. Saat ini, verifikasi masih berlangsung. ‘’Belum selesai, masih proses,” ungkapnya. (irv/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bosda #BPPDGS #verifikasi #madrasah diniyah #Pendidikan Diniyah dan Pesantren #disdik bojonegoro #emis #pontren #madrasah #Dinas Pendidikan #Kemenag Bojonegoro #Pesantren #Santri #madin #Pendidikan Guru Honorer #bojonegoro #Disdik