RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Antrean kendaraan yang ingin membeli solar hingga stok solar yang kosong di beberapa SPBU wilayah Bojonegoro diduga akibat masyarakat sedang panic buying oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Tentu kepanikan tersebut timbul setelah konflik di timur tengah yang dianggap bisa berdampak pada naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
Sehingga, ketika SPBU memiliki solar, masyarakat langsung berbondong-bondong membeli. Tentu menyebabkan antrean, bahkan stok solar habis dalam waktu singkat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, adanya antrean yang terjadi di beberapa SPBU diindikasikan sebagai panic buying.
Sehingga, SPBU yang memiliki stok solar langsung diserbu. Terlebih ketika SPBU lain belum menerima pengiriman.
‘’Ini bisa jadi indikasi panic buying,” jelasnya. Ahad membenarkan, adanya penumpukan kendaraan yang ingin membeli solar di SPBU Veteran pada Minggu (8/3).
Penumpunkan kendaraan tersebut mengakibatkan antrean. Terlebih SPBU lain sempat kehabisan stok solar.
Namun, usai pengiriman, antrean di SPBU Veteran maupun lainnya kembali normal.
Pengawas SPBU Ngrowo Jalan Sawunggaling Mujib mengatakan, stok solar di SPBU Ngrowo masih tersedia.
Namun, antrean kendaraan yang ingin membeli solar, terutama truk pasti terjadi. ‘’Mendapat kiriman 8.000 liter. Pada pukul 14.00 WIB kemarin, stok masih 7,5 ribu liter,” ungkapnya. (irv/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko