RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tanah longsor di bantaran Sungai Tidu turut Dusun Ngrojo, RT 07 RW 02, Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, telah menyebabkan empat bangunan rumah terdampak dalam kurun dua tahun terakhir. Juga terdapat sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang tinggal berdekatan dengan bantaran sungai.
Longsor tersebut terjadi akibat erosi tanah yang terus berulang setiap musim penghujan. Aji, warga Dusun Ngrojo menyampaikan, bahwa pergerakan tanah di wilayah tersebut bukan kejadian baru.
Menurutnya, tanah di sisi selatan dusun perlahan terus terkikis akibat banjir bandang dan derasnya aliran sungai. “Setiap musim hujan, debit air sungai naik dan arusnya sangat deras. Tanah di pinggir sungai makin tergerus dan rawan longsor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Dusun Ngrojo yang dilalui aliran sungai berbelok tajam dari selatan ke utara membuat wilayah tersebut lebih rentan terdampak longsor.
Untuk mengantisipasi longsor susulan, warga secara swadaya melakukan gotong royong mematok tanah dengan bambu di sepanjang bantaran sungai. “Ini bentuk ikhtiar warga agar tanah yang tersisa tidak semakin habis,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Dukohkidul Sulibianto membenarkan, bahwa empat rumah telah terdampak longsor dan hingga kini belum ada penanganan menyeluruh. “Ada empat rumah yang sudah terdampak dalam dua tahun terakhir. Sampai sekarang belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh,” katanya Sulibianto kemarin (25/1).
Ia menambahkan, pemilik empat rumah tersebut telah meninggalkan lokasi karena kondisi bangunan dinilai tidak lagi aman untuk dihuni. “Saat ini, pemilik rumah sudah meninggalkan lokasi rumah,” jelasnya.
Sulibianto juga mengungkapkan, potensi ancaman longsor tidak hanya mengintai empat rumah tersebut. Di sekitar lokasi longsor, terdapat sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang tinggal berdekatan dengan bantaran sungai. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana