Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Anggaran Sebesar Rp 1,9 Triliun dari Total APBD Bojonegoro 2025 Rp 7,8 Triliun Belum Terserap

Yana Dwi Kurniya Wati • Selasa, 6 Januari 2026 | 09:00 WIB

 

BELUM MAKSIMAL: Halaman kantor BPKAD Bojonegoro terlihat dipenuhi mobil parkir. Sekitar Rp 1,9 triliun berlum terserap.
BELUM MAKSIMAL: Halaman kantor BPKAD Bojonegoro terlihat dipenuhi mobil parkir. Sekitar Rp 1,9 triliun berlum terserap.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2025 Rp 7,8 triliun, serapan anggaran Rp 6,3 triliun.

Sehingga, sekitar Rp 1,9 triliun belum terserap dan berpotensi menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa).

Data terbaru realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 di angka 80 persen. Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) mengklaim akan bertambah.

‘’Belanja daerah sudah 80 persen, dari Rp 7,8 triliun terealisasi Rp 6,3 triliun,” kata Kepala BPKAD Bojonegoro Nur Sujito kemarin (5/1).

Dia menjelaskan, belanja operasi terserap Rp 3,4 triliun atau 78,5 persen dari pagu anggaran Rp 4,4 triliun.

Rinciannya, belanja pegawai terserap Rp 1,7 triliun atau 78 persen dari Rp 2,2 triliun; belanja barang dan jasa sebesar Rp 1,3 triliun atau 79,5 persen dari Rp 1,6 trliun; dan belanja subsidi Rp 34,8 juta atau 17,4 persen dari anggaran Rp 200 juta.

Selanjutnya, belanja hibah terserap RP 272,6 miliar atau 83,5 persen dari Rp 326,5 miliar dan belanja bantuan sosial (bansos) realisasi Rp 114,4 miliar atau 66,9 persen dari pagu Rp 170,8 miliar. Di sisi belanja modal terserap RP 1,1 triliun atau 70 persen dari Rp 1,6 triliun.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Bojonegoro itu melanjutkan, untuk pendapatan tercapai 109,9 persen.

Dari anggaran dipasang Rp 5,8 triliun terealisasi Rp 6,4 triliun. Rinciannya pendapatan asli daerah (PAD) sebesar RP 1,1 trliiun atau 106,6 persen dari Rp 1,06 triliun.

Dan, pendapatan transfer sebesar Rp 5,3 triliun atau 110,7 persen dari anggaran dipasang Rp 4,7 triliun.

‘’Ini salah satu capaian. Khususnya di PAD, kalau transfer kan dari pusat dan daerah. Jadi, pendapatan dari sisi pasif (dana transfer) dan aktif (PAD) sama-sama jalan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari realisasi tersebut masih menyisakan sekitar Rp 1,9 triliun di rekening kas umum daerah (RKUD).

Belum menjadi silpa. Sebab, masih ada data yang belum masuk. Yakni dana bantuan operasional sekolah (BOS).

‘’Jadi, angka ini belum final. Dan, itu belum silpa, tapi sisa uang kas yang di RKUD,” tandasnya. (yna/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#serapan rendah #silpa #barang dan jasa #apbd bojonegoro #BPKAD #belanja modal #belanja pegawai