RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pengumuman CPNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan disambut antusias oleh masyarakat.
Meski tidak membludak, jumlah peminta legalisasi ijazah di Kantor Dinas P dan K Lamongan meningkat. Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Bojonegoro 6 November 2003.
"Pada hari biasa, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Tetapi, hari ini (5 November 2003, red) jumlahnya sampai puluhan orang," kata petugas Kantor Dinas P dan K Lamongan.
Kantor Dinas P dan K Lamongan kemarin. Menurut petugas itu, mereka melegalisasi ijazah SMP atau SMA/SMK. Sebab, legalisasi ijazah SD cukup di kantor cabang dinas P dan K kecamatan.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan Bambang Bambang Kustiono, saat pendaftaran, pendaftar cukup melampirkan fotokopi ijazah terakhir yang telah dilegalisasi, foto hitam putih 3 x 4 cm, dan surat permohonan yang ditulis tangan.
"Fotokopi kartu kuning, SKKB (surat keterangan kelakuan baik), dan lainnya baru diserahkan setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus tes," terangnya.
Menurut Bambang, warga yang melihat pengumuman penerimaan CPNS di pemkab dan kantor pos tidak terlalu membeludak. "Mungkin banyak yang melihat pengumuman itu lewat koran," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pos dan Giro Lamongan Slamet Basuki menambahkan, untuk pendaftaran tersebut, pihaknya telah mempersiapkan 5 ribu amplop lamaran.
Amplop tersebut dibuat khusus untuk memudahkan pelamar. Yakni, sudah ada tulisan alamat tujuan. "Dengan demikian, pelamar tidak perlu berjubel menulis alamat di kantor pos yang sering terjadi saat penerimaan CPNS," katanya.
Sementara itu, di Bojonegoro dua hari menjelang pembukaan pendaftaran CPNS, kantor tenaga kerja dan transmigrasi (disnakertrans) setempat menjadi lautan manusia.
Sekitar lima jam, 6.000 kartu kuning (AK1) ludes. Sejumlah sudut kantor di Jalan Basuki Rahmat saat itu dipenuhi orang yang hendak mencari kartu kuning.
Jumlah mereka jauh lebih banyak dibanding sehari sebelumnya. Kendaraan milik pencari kartu kuning itu meluber ke beberapa bagian kantor yang ber-sebelahan dengan kantor dinas perikanan dan peternakan itu.
Bahkan, saking banyaknya kendaraan, nyaris tidak ada lagi tempat parkir untuk kendaraan bermotor di halaman dalam kantor tersebut. Akibatnya, sebagian pencari kartu kuning yang datang di atas pukul 11.00 terpaksa memarkir kendaraan bermotornya di depan pagar masuk kantor.
Pemandangan serupa terjadi di depan loket penempatan kerja, loket resmi mengurus kartu ku-ning. Di depan loket ini, ratusan orang berdesak-desakan. Sampai-sampai, petugas terpaksa juga berdesakan-desakan dengan pencari kartu kuning.
Kepala Disnakertrans Bojonegoro Bambang Budi Susanto melalui Kabag TU Ismulyono mengakui bahwa saat itu memang ada lonjakan permintaan kartu kuning. "Sebab, pembukaan pendaftaran CPNS kian dekat. Jadi, warga datang berbondong-bondong," ujarnya kepada koran ini kemarin.
Ismulyono menambahkan, hanya dalam waktu sekitar lima jam, yakni mulai pukul 07.00 hingga 12.00, sekitar 5.000 kartu kuning ludes. "Jadi, kalau dihitung dengan hari kemarin, pencari kartu kuning sudah mencapai sekitar 7.000 orang," katanya.
Membeludaknya pencari kartu kuning itu, lanjut Ismulyono, memaksa pihak disnakertrans meminta tambahan 6.000 kartu kuning ke Pemprov Jatim.
Menurut pria bertubuh subur itu, 6 ribu kartu kuning itu disediakan untuk mengantisipasi kekurangan sebelum hingga masa pendaftaran CPNS, pada 7 hingga 10 November mendatang.
"Yang jelas, untuk kebutuhan pendaftaran CPNS dan guru bantu, kami menyiapkan 12 ribu kartu kuning. Yakni, 10 ribu untuk CPNS dan 2 ribu untuk guru bantu," jelasnya. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko