RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Wajah Pasar Kota Bojonegoro tahun depan bakal berubah, saat ini masih tahap perencanaan atau master plan dengan anggaran Rp 100 juta dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025
Berdasar layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), dibuka proses nontender atau pengadaan tanpa lelang master plan atau rencana induk pembangunan Pasar Kota Jumat (21/11) lalu.
Tahapannya mengunggah dokumen penawaran. Pagu anggarannya sebesar Rp 100 juta dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp 99,9 juta. Per kemarin (24/11) sudah tercantum satu caon rekanan mendaftar.
Sri Wahyuni, salah satu pedagang Pasar Kota Bojonegoro mengatakan, rencana pembangunan pasar tradisional itu santer diperbincangkan di kalangan pedagang. Isu pembangunan tiga lantai masih menguat.
"2026 akhir sepertinya ya (pembangunannya)," kata perempuan kerap disapa Yuni itu. Menurutnya, sudah ada pendataan dilakukan akhir-akhir. Meliputi jumlah pedagang yang memiliki lapak, jumlah lapak, mengumpulkan KTP, KK, dan foto.
Warga Kecamatan Bojonegoro Kota ini berharap, pembangunan dilakukan oleh ahli. "Tentu ini jadi perhatian, itu janjinya kalau Bu Nurul (terpilih) Pasar Kota (Bojonegoro) dibangun. Semoga kontraktornya yang bagus, jangan sampai seperti pasar lainnya sudah ada yang rusak," ujarnya.
Sementara itu, nontender master plan pembangunan Pasar Kota dibawahi oleh dinas perumahan, kawasan permukiman, dan cipta karya (DPKPCK). Namun, Kepala Dinas DPKPCK Bojonegoro Satito Hadi belum bisa dikonfirmasi terkait tahapan pembangunan pasar tersebut. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko