Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dialog Interaktif SAPA Bupati Diikuti Warga Bojonegoro: Wabup Jawab Langsung Aspirasi Masyarakat

Dewi Safitri • Selasa, 18 November 2025 | 16:00 WIB

 

TERIMA ASPIRASI: Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menyerap aspirasi dari masyarakat langsung dalam dialog interaktif SAPA Bupati di Pendapa Malowopati, Senin (17/11/2025).
TERIMA ASPIRASI: Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menyerap aspirasi dari masyarakat langsung dalam dialog interaktif SAPA Bupati di Pendapa Malowopati, Senin (17/11/2025).

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menggelar dialog interaktif SAPA Bupati edisi 4 di Pendapa Malowopati, Senin (17/11/2025).

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kemudian, dilanjut dengan dialog interaktif bersama masyarakat yang hadir. Dengan narasumber Wakil Bupati (Wabup), Sekretaris Daerah (Sekda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi terkait lainnya.

Tidak hanya berisikan pertanyaan masyarakat dan jawaban langsung dari narasumber dari jajaran Pemkab Bojonegoro.

Dalam momen tersebut, solusi, saran, serta ide dari masyarakat juga dikeluarkan secara langsung untuk pembangunan daerah menuju lebih baik ke depan.

Salah satu peserta yang hadir, Sulawartono unjuk diri menyampaikan solusi dan saran untuk perkembangan program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) dalam dialog interaktif SAPA Bupati.

Berkaitan dengan itu, warga Desa Mojoranu, Kecamatan Dander tersebut juga menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang sukses diraih Pemkab Bojonegoro dalam percepatan penurunan stunting secara nasional.

‘’Untuk jangka panjang, Gayatri dikelola oleh masyarakat tidak mampu. Pada masanya akan dilepaskan dalam membeli pakan. Kami memberi saran dan masukan, jika diperlukan untuk menambah pakan, perlu budidaya magot karena proteinnya sangat tinggi. Yakni, kisaran 30-50 persen,’’ katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, solusi memberi pakan program Gayatri dengan magot merupakan solusi yang baik.

Nantinya dapat ditindaklanjuti dengan memberi pelatihan oleh dinas terkait. Yakni, Disnakkan, Disperinaker, dan DPMD.

‘’Pemkab memberi pakan dalam dua bulan. Jadi, magot bisa menjadi salah satu solusi, termasuk nanti ada jagung yang dicacah dan lain-lain,’’ ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan SAPA Bupati diikuti dengan antusias oleh para peserta dari berbagai kalangan. Segala unek-unek tersampaikan dalam kegiatan yang rutin tergelar tersebut.

Di akhir acara, Wabup juga menyampaikan, terkait kabar yang kencang beredar terkait keuangan Pemkab Bojonegoro.

Wabup menyampaikan, alokasi anggaran Pemkab Bojonegoro di 2026 sesuai dengan ketentuan Kementerian Keuangan akan ada penurunan alokasi dana transfer ke daerah.

Dengan adanya pengurangan tersebut, maka akan ada penyesuaian program dengan prioritas yang ada.

Selanjutnya, terkait dana Rp 3,6 triliun yang mengendap di Bank Jatim. Wabup menegaskan, bahwa dana tersebut bukan uang menganggur, melainkan ada peruntukan secara pasti.

Terkait bunga dari dana tersebut, juga akan masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD). (*/ewi)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Nurul Azizah #Ayam petelur #Wabup #sekda #gayatri #bojonegoro #Saran #aspirasi masyarakat #solusi #Sapa Bupati