RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menganggarkan sekitar Rp 95,2 miliar untuk program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) tahun ini.
Rinciannya, 400 keluarga penerima manfaat (KPM) Gayatri dianggarkan Rp 8,4 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBD) induk 2025, kemudian 5.000 KPM dianggarkan Rp 86,7 miliar di Perubahan (P) APBD 2025.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki mengatakan, untuk progres program Gayatri di P APBD 2025 sudah dilakukan pendistribusian kandang untuk beberapa KPM. Di samping itu, juga tengah dilakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi KPM Gayatri secara estafet.
“Sudah ada distribusi kandang di beberapa KPM. Kemudian, secara estafet dilaksanakan bimtek bagi KPM Gayatri,” terangnya.
Sebelumnya, program Gayatri untuk 400 KPM di APBD induk sudah tersalurkan semua. Bahkan, ayam-ayam sudah mulai bertelur. Sedangkan, pendistribusian paket program Gayatri di P APBD ditarget selesai awal Desember tahun ini.
“Sesuai timeline, (pendistribusian paket Gayatri ditarget selesai) di awal Desember,” ujarnya.
Fajar menyampaikan, terjadi penyesuaian untuk anggaran program Gayatri bersumber dari APBD 2025. Yakni, program Gayatri di APBD induk 2025 dianggarkan sekitar Rp 8,4 miliar. Kemudian, di P-APBD 2025 senilai Rp 86,7 miliar.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades)/Kecamatan Purwosari, Umi Zumrothin mengatakan, rencananya warga Desa/Kecamatan Purwosari juga akan mendapatkan bantuan program Gayatri di P-APBD 2025. Namun, saat ini masih dalam proses pendataan dan survei.
“Rencana mau dapat, baru didata dan disurvei,” ujarnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana