Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tenaga Didik Bojonegoro Hadapi Penerapan Mapel KKA: Tak Semua Guru Paham Koding dan AI, Pelatihan Dikhususkan Penerima Boskin

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 22 Juli 2025 | 17:42 WIB
Seorang guru peserta Pelatihan AI Jawa Pos Radar Bojonegoro menganalisis hasil praktek penggunaan AI olehnya. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
Seorang guru peserta Pelatihan AI Jawa Pos Radar Bojonegoro menganalisis hasil praktek penggunaan AI olehnya. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA) dipastikan aktif mulai pada tahun ajaran baru 2025/2026. Sehingga, guru dituntut segera menguasai materinya. Fakta di lapangan, belum semua guru memahaminya.

Sehingga, para guru sedang mendapatkan pelatihan atau diklat KKA. Namun, hanya guru dari sekolah penerima bantuan operasional (BOS) kinerja.

Sementara guru dari (BOS) regular hanya beberapa yang ditunjuk oleh kemendikdasmen untuk mengikuti pelatihan.

Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Fathur Rochim mengatakan saat ini sudah ada 175 guru dari sekolah penerima BOS Kinerja (Boskin) yang dilatih KKA.

‘’46 guru jenjang SMP, dan 129 guru jenjang SD kelas tinggi,” jelasnya. 

Rochim menjelaskan, pelatihan dimulai sejak Juni lalu dan berakhir sampai November mendatang. Pelatihan KKA untuk guru-guru dilaksanakan dengan model hybrid, baik luring maupun daring.

‘’Dari lembaga penyelenggara diklat (LPD) yang sudah ditunjuk oleh kemendikdasmen,” jelasnya.

Baca Juga: Koding dan AI Masuk Kurikulum Pendidikan: Sekolah Bisa Pilih Penerapannya, Mulai dari Jenjang SD-SMA

Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Anis Fatul Cholis mengatakan, sudah ada diklat khusus untuk guru sekolah penerima Boskin dan Bos Reguler yang ditunjuk pemerintah. Terutama guru TIK. 

‘’Jadi tidak semua sekolah. Namun jika ada sekolah yang menghendaki pelatihan mandiri tidak masalah, artinya boleh mengajukan,” jelasnya.

Anis menjelaskan secara umum PTK di lingkup cabdindik sudah siap untuk menyelenggarakan pembelajaran KKA. Terutama sekolah Boskin dan BOS Reguler yang ditunjuk mengikuti pelatihan atau diklat KKA.

Menurut Anis pada proses pembelajaran, KKA boleh integrasi dengan mapel lain, boleh berdiri sendiri sebagai pilihan, maupun sebagai ekstrakurikuler pilihan.

Pada jenjang SMA /SMK capaian pembalajaran KKA terdiri dari koding dikenalkan dengan instruksi atau bahasa pemrograman. Selain itu AI dijelaskan tetang prompt engineering dan etika pemanfaantan KA. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #Guru #cabdindik #disdik bojonegoro #ka #Dinas Pendidikan #KKA #mata pelajaran #koding #tuban #kecerdasan artifisial #bojonegoro #Disdik #BOSKIN #Tenaga Didik #ai