Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Tercatat Ada 101 PMI Asal Bojonegoro Bekerja di Taiwan

Bhagas Dani Purwoko • Sabtu, 12 Juli 2025 | 02:15 WIB
Pulang Dari Malaysia & Siangapura, Empat Pekerja Migran Diisolasi
Pulang Dari Malaysia & Siangapura, Empat Pekerja Migran Diisolasi

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Total terdapat 180 warga Bojonegoro yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama setengah tahun ini, tepatnya Januari hingga Juni 2025. Dari jumlah tersebut, Taiwan menjadi negara yang paling banyak dituju PMI dari Bojonegoro.

Berdasar data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro per Juni 2025, PMI didominasi perempuan. Yakni, sebanyak 106 PMI perempuan dan 74 PMI pria di Bojonegoro.

Dengan rincian, 7 PMI perempuan di Singapura; 53 PMI perempuan di Hongkong; 2 PMI perempuan dan 2 pria di Malaysia; 3 PMI pria Brunei; 58 PMI pria dan 43 perempuan di Taiwan; 3 PMI pria dan 1 perempuan di Turki; 1 PMI pria di Korea Selatan; 1 PMI pria di Slovakia; 5 PMI pria d Polandia; dan, 1 PMI pria di Qatar.

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disperinaker Bojonegoro Agoestin Faridijani menyampaikan, rerata alasan masyarakat Bojonegoro yang memiliki untuk menjadi PMI didominasi karena ingin memperbaiki taraf hidup. ’’Kebanyakan memperbaiki taraf hidup,” terangnya.

Evi perempuan asal Kecamatan Dander yang memutuskan menjadi PMI menyampaikan, memilih bekerja di luar negeri karena ingin menabung dan mengumpulkan lebih banyak uang. Melihat gaji di luar negeri jauh lebih besar.

Meski dikurangi untuk biaya hidup, juga masih bisa menabung lebih banyak. Dibanding bekerja di Indonesia, di mana gaji tidak begitu banyak, namun harga-harga barang juga tergolong tinggi. ’’Sehingga, susah untuk menabung,” imbuhnya.

Entah untuk modal membuka usaha, membuat rumah, atau tujuan lain yang membutuhkan dana cukup banyak. ’’Salah satu cara untuk mengubah nasib adalah merantau ke luar negeri,” kata perempuan yang masih belajar di LPK untuk rencana berangkat bekerja di Jepang pada September mendatang.

Berdasar satu data Bojonegoro, naik turun jumlah PMI setiap tahunnya. Meliputi, 112 PMI pada 2020, naik menjadi 137 PMI di 2021, dan kembali meningkat dengan pesat pada 2022 sebanyak 799 PMI. Kemudian, mengalami penurunan menjadi 588 PMI pada 2023 dan 200 PMI pada 2024. Kecamatan Kedungadem mendominasi jumlah PMI terbanyak mulai 2021 hingga 2024. (ewi/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#PMI #malaysia #taiwan #hongkong #bojonegoro #jepang #korea selatan #MIgran