RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) belum menyetorkan dividen ke rekening kas umum daerah (RKUD) 2025. Padahal, sudah masuk akhir semester pertama tahun ini.
Yakni, Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jawa Timur, dan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Total sekitar Rp 17,47 miliar target dividen yang belum disetorkan.
Kepala Bidang (Kabid) Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Achmad Suryadi mengatakan, pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya bersumber dari BUMD Bojonegoro. Setoran dividen dari BUMD yang disetorkan setiap tahun. Otomatis akan menambah besaran PAD di Bojonegoro.
“Enam BUMD yang dimiliki, setiap tahunnya dipasang target,” ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk BUMD Bojonegoro yang belum menyetorkan dividen ke RKUD tahun ini ada tiga. Meliputi, BUMD Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) yang ditarget penerimaan Rp 16 miliar, BPR Jatim Rp 472 juta, dan PT BBS sebesar Rp 1,27 miliar.
Untuk BUMD yang telah menyetorkan dividen. Diantaranya, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) telah menyetorkan sekitar Rp 114,3 miliar. Jumlah ini melebihi target Rp 100 miliar yang dipasang. Kemudian, PT.BPR yang telah menyetorkan dividen sebesar Rp 12,5 miliar. Sedangkan, untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) penyetoran dividen dilakulan dengan menyicil.
“PDAM setoran dividen sistemnya nyicil. Sudah setor Rp 1,7 miliar hingga Juni ini,” bebernya.
Sebelumnya, Manajer Proyek PT BBS Bojonegoro Muhammad Ali Imron menyampaikan, pihaknya belum setor dividen karena masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS). Total sekitar Rp 1,27 miliar target dividen yang harus disetor oleh PT BBS Bojonegoro untuk menambah PAD.
“Belum (setor), PT BBS menunggu RUPS,” ujarnya. (ewi/zim)
Editor : M. Nurkhozim