RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Adanya peralihan toko buku Togamas yang kini telah menjadi Gramedia memberikan semangat baru. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bojonegoro Erick Firdaus mengatakan, bahwa hadir dan bertumbuhnya toko buku tentu akan berbanding lurus pada minat baca masyarakat.
Mengingat, akhir-akhir ini perlu antisipasi remaja yang lebih kecanduan menggunakan atau memainkan gadget. Juga terlalu fokus pada hal-hal yang berada di sosial media. ’’Jadi, dengan adanya toko-toko buku seperti Gramedia salah satunya, kami berharap semakin menumbuhkan minat baca masyarakat,’’ ujarnya.
Dia menyampaikan, tingkat kegemaran membaca di Bojonegoro sekitar 61,1 persen pada 2023. Kemudian, naik menjadi 62,4 persen di 2024. Artinya, berhasil mengalami kenaikan luar biasa. ’’Semoga (tahun ini) dapat semakin meningkatkan kegemaran membaca masyarakat,” imbuhnya.
Perlu diketahui, lalu-lalang pembeli terlihat dari toko buku Gramedia. Para pengujung didominasi remaja hingga dewasa tersebut memilah dan membaca satu demi satu rangkuman yang tertuang di sampul buku.
Memilih sesuai keinginan dan membawanya ke kasir untuk memiliki buku-buku pilihan. Meski baru buka Kamis lalu (5/6), namun antrean mengular di depan kasir toko buku tersebut.
Ananda Evrilia salah satu remaja asal Kecamatan Dander mengatakan, senang dengan dibukanya Gramedia di Bojonegoro. Terlebih, termasuk dalam toko buku yang cukup terkenal. Sehingga, memudahkan jika ingin membeli buku langsung, tidak perlu menunggu lama seperti ketika membeli di toko online.
’’Aku sebagai orang yang medium, dibilang suka membaca juga tidak, dibilang tidak suka membaca tapi juga suka. Senang sekali Gramedia buka cabang di Bojonegoro. Sebelumnya ada Toga Mas di sini, tapi tidak begitu tertarik datang. Sekarang, sejak menjadi Gramedia, langsung tertarik,” kata perempuan berjilbab tersebut. (ewi/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko