Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga GKP Bojonegoro Masih Anjlok di Musim Panen: Petani Sebut Harga Gabah Rp 5.200 Per Kilogram, Regulasi Sebut Rp 6.500 Per Kilogram

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 10 April 2025 | 18:31 WIB
PANEN RAYA: Penyedia jasa mesin combi sedang memanen padi di sawah. Petani masih berlum berdaya menentukan harga hasil panennya sendiri. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
PANEN RAYA: Penyedia jasa mesin combi sedang memanen padi di sawah. Petani masih berlum berdaya menentukan harga hasil panennya sendiri. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Petani di Bojonegoro belum berdaya menentukan harga gabahnya. Buktinya, di musim panen raya ini. Harga di lapangan tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 per kilogram. Namun praktik di lapangan sekitar Rp 5.200 per kilogram.

Anjloknya harga gabah ini hampir terjadi setiap memasuki musim panen. Meski sudah ganti presiden hingga bupati beberapa kali.

Sementara itu, dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP)  mengklaim harga berpihak pada petani.

‘’Harga gabah sekarang sedang turun. Sebelumnya di Rp 5.600-5.500 per kg jadi Rp 5.200 per kg,’’ kata Warjo, petani asal Kecamatan Kota kemarin (9/4).

Dia melanjutkan, harga diterima belum bersih. Masih terpotong biaya operasional seperti jasa atau penggunaan alat panen. Menurutnya, jika bersih petani hanya menerima sekitar Rp 4.700 per kg.

‘’Ini kalau menggunakan blower. Beda lagi kalau combine lebih tinggi harganya,’’ katanya.

Dia menuturkan, penurunan harga biasa terjadi saat musim panen raya. Karena ketersediaan di berbagai wilayah. Namun, dia masih mengeluh karena seharusnya harga bisa lebih baik.

Sesuai peraturan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram gabah kering panen (GKP). ‘’Karena ini kan nanti masih di tengkulak, pengepul, sampai gudang pemerintah,’’ tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Bojonegoro Imam Nur Hamid mengungkapkan, tercatat 12 kecamatan sedang panen padi. Di antaranya Kecamatan Kedungadem, Kepohbaru, Ngasem, Kalitidu, dan Kasiman.

Selanjutnya, Kecamatan Kanor, Kapas, Bojonegoro, Trucuk, Malo, Purwosari, dan Padangan. Saat disinggung terkait harga, pria kerap disapa Imam itu mengklaim harga berpihak pada petani. Namun, tidak menyebut secara pasti nominal harga dimaksud. ‘’Harga berpihak pada petani,’’ klaimnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja mengatakan, pihaknya melakukan serapan gabah di seluruh wilayah Bojonegoro.

Total serapan per 9 April sebanyak 22 ribu ton atau 102 persen dari target, 21.350 ton.

Menurutnya, penyerapan terus dilakukan hingga akhir April. Dia memperkirakan, serapan gabah sampai waktu itu mencapai 120 ton. ‘’Kami tetap melakukan serapan sampai akhir April. Perkiraan bisa sampai 120 persen realisasi serapan gabahnya,’’ tutur Ferdian. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bulog bojonegoro #Gabah #Bulog #Panen #Petani #GKP #pengepul #tengkulak #harga #bojonegoro #DKPP Bojonegoro #panen raya #hpp #gabah kering panen