RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Lalu lalang kendaraan mudik tahun ini tampak lebih landai, karena jadwal libur yang lebih panjang. Namun, puncak arus mudik tetap diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran. Hal tersebut, ditandai dengan mulai meningkatkan penggunaan moda transportasi umum.
Korsatpel (Koordinator Satuan Pelayanan) Terminal Rajekwesi Budi Sugiarto mengatakan, bahwa lonjakan penumpang baru terjadi pada 27 Maret lalu. ’’Pemudik sudah mulai berdatangan sejak 23 Maret lalu, namun lonjakan penumpang baru terjadi hari ini,” ungkapnya.
Menurutnya, rerata penumpang yang mudik ke Bojonegoro lebih banyak menggunakan bus antar kota dalam provinsi (AKDP), daripada bus antar kota antar provinsi (AKAP). ’’Karena rata-rata pemudik di Bojonegoro bekerja di Surabaya,” imbuhnya.
Berdasar data Terminal Rajekwesi Bojonegoro, tercatat 1.310 penumpang datang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro menggunakan bus AKDP. Sementara yang menggunakan bus AKAP sebanyak 471 penumpang turun.
Budi menambahkan, dari data tersebut diketahui, bahwa jumlah penumpang naik 40 persen hingga 60 persen dari hari biasanya. ’’Penumpang di hari biasa hanya mencapai 200 orang per hari. Baik itu penumpang naik maupun turun di Terminal Rajekwesi,” jelasnya.
Administrator Terminal Rajekwesi Riski menambahkan, arus mudik diperkirakan akan terjadi hingga H-1 lebaran. Namun menurutnya, pemudik tahun ini lebih landai karena jadwal libur yang lebih longgar. ’’Sejauh ini penumpang masih lebih landai,” ujarnya.
Agung Hendrawan, pemudik asal Surabaya mengatakan, lebih memilih mudik menggunakan bus karena jarak yang tidak terlalu jauh. ’’Selain itu, tiket kereta saat ini lebih cepat habis dan tidak fleksibel bisa sewaktu-waktu,” ujarnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana